empat

304 40 2
                                        

Ia lupa bagaimana caranya hingga akhirnya Wonwoo bisa tertidur di atas ranjangnya. Yang pasti kini ia tak lagi merasakan sendiri. Mungkin sewajarnya Mingyu menolak permintaan Wonwoo, tapi ia malah menyetujui permintaan pemuda itu dan membiarkannya tertidur dengan posisi meringkuk diatas kasurnya.

Mingyu tak keberatan. Selama Wonwoo tidak merugikannya, ia tak masalah dengan hadirnya Wonwoo. Lagipula lelaki Jeon itu benar-benar hanya ingin tidur. Sesaat setelah mereka sampai ke rumah, Wonwoo mengeluh mengantuk dan Mingyu langsung menunjukkan kamarnya. Saat ia menghabiskan waktu dua puluh menit untuk bersih-bersih dan berganti pakaian, Wonwoo sudah tertidur.

Dan seperti malam-malam sebelumnya, Mingyu kesulitan untuk tertidur. Meskipun ia akui, melihat wajah tenang Wonwoo membuatnya ikut mengantuk, namun hanya sebatas menguap satu atau dua kali, dan setelahnya ia merasakan rasa ganjal untuk tertidur. Hingga akhirnya Mingyu menyerah untuk jatuh tidur dan memilih untuk duduk di depan laptopnya, berniat melanjutkan kisah kesekiannya.

"Kau tidak tidur?" suara rendah Wonwoo membuyarkan semua ide Mingyu.

Meskipun kesal, Mingyu masih menjawab, "aku tidak mengantuk."

"Kau kesulitan untuk tidur atau bagaimana?" 

Mingyu sedikit terkejut dengan tebakan Wonwoo yang hampir tepat. Apakah Wonwoo ini seorang cenayang atau mungkin Wonwoo adalah seorang psikolog atau semacamnya. 

Anggukan kepala Mingyu membuat Wonwoo bangkit dari posisi tidurnya. Ia duduk dipinggir ranjang dan menatap Mingyu dengan sorot matanya yang tajam. Jika dilihat dari sudut pandang ini, side profile Kim Mingyu bukan main. Tampan. Namun bukan dalam artian tampan yang teramat sangat. Hanya tampan. Ketampanan normal yang membuat Wonwoo iri.

"Kau punya obat tidur?" tanya Wonwoo lagi. Kini menarik perhatian Mingyu yang menoleh padanya.

"Ada," Mingyu mengangguk pada pintu kamar mandinya, seolah memberitahukan jika obat tersebut tersimpan disana. "Tapi aku tak mau menggunakannya, lagipula besok itu hari Minggu, jadi tak masalah jika aku tidak tertidur pun."

Mendengar jawaban Mingyu membuat Wonwoo tersenyum kecil. Mingyu adalah tipe orang baik. Bukan naif, baik. Wonwoo paham betul jika obat tidur mungkin akan menyebabkan kecanduan jika tidak digunakan dengan benar. Dan ia yakin Mingyu tak mau menggunakannya karena hal tersebut.

"Sebagai tanda terima kasihku akan kubagi satu metoda tidurku," Wonwoo berdiri tepat di samping Mingyu. "Aku jamin seratus persen kau akan tertidur. Mau mencobanya?"

Tawaran itu menarik. Semakin menarik ketika Wonwoo mengatakannya dengan sorot mata yang tajam. Namun Mingyu menelan kalimatnya dan memilih menggelengkan kepalanya. Siapa tahu Wonwoo akan mengambil kesempatan padanya.

"Kau harus tidur," tubuh Wonwoo yang awalnya tegap sedikit merosot dan kini ia berdiri dengan tubuh atas yang membungkuk. "Ayolah, aku tidak akan melakukan hal aneh padamu."

"Tidak perlu," Mingyu masih menolak. Mencoba menarik tangannya yang kini ditarik-tarik pelan oleh Wonwoo. 

"Aku berjanji tidak akan melakukan hal yang tak perlu, aku akan menahan nafsuku."

Mingyu melotot mendengar penjelasan Wonwoo. Ia benar, Wonwoo memiliki niat tersembunyi. Namun ketika tawa kecil Wonwoo terdengar, Mingyu tahu bahwa pria rubah itu hanya bercanda.

"Ayolah, aku mempelajari ini sejak lama, tapi karena tidak ada yang bisa kujadikan percobaan jadi aku merasa ilmu ini sia-sia," Wonwoo masih menarik-narik tangan Mingyu. "Kita coba lima menit, jika dalam lima menit kau tidak tertidur aku akan menemanimu sampai pagi nanti."

Sejujurnya Mingyu ingin mengatakan bahwa ia akan mencoba metoda yang Wonwoo katakan. Tapi ia masih harus waspada dengan keanehan Wonwoo yang berada diatas rata-rata manusia. 

a man with spring in his smile || meanie || SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang