satu

796 48 0
                                        

"Sialan! Berhenti berlari!"

Teriakan saling bersahutan dari empat orang pria dengan badan mereka yang kelebihan protein. Entahlah. Wonwoo sendiri tidak terlalu menyukai jenis tubuh semacam itu, tidak nyaman di peluk. Dan juga sedikit lambat dalam berlari.

Jadi karena itulah Wonwoo memilih untuk mencuri dua dari empat dompet yang mencuat dari masing-masing saku mereka. Kesalahan besar karena kini ia seperti sedang dikejar empat anjing bulldog. Dan Wonwoo tak suka anjing.

Terkadang ia merutuki bentuk tubuhnya yang khas orang kekurangan gizi, tapi hari ini ia bersyukur pada seluruh Tuhan. Karena tubuhnya yang ringan itu ia bisa berlari lebih cepat dari empat pria setengah binaragawan itu.

Tetapi kegigihan mereka patut diacungi jempol. Karena meskipun sudah mendekati kawasan pertokoan, mereka masih saja berteriak-teriak seperti Orang Utan. Wonwoo sudah kelelahan. Harusnya ia lebih pandai berlari dan menjaga staminanya, karena kini nafasnya sudah memendek. 

"Bajingan itu menggunakan jaket berwarna putih!"

"Cari dia sampai ketemu!"

Tak pernah sekalipun dalam sejarah pencopetan Wonwoo ada korban yang sampai hafal pakaian yang ia kenakan. Ini sebuah pelajaran baru baginya. Seperti yang dikatakan Soonyoung, setiap tindakan pasti ada pelajaran yang bisa ambil. Dan ya, kali ini ia belajar untuk tidak mencopet ketika menggunakan pakaian berwarna cerah.

"Permisi, hey, tolong beri jalan, aku sedang dikejar anjing," ucap Wonwoo ketika ia terjebak diantara lautan manusia yang memadati daerah pertokoan itu. Persetan dengan beberapa orang yang geram karena tubuh Wonwoo yang menyenggol mereka.

Dadanya terasa panas sejak tadi, dan semakin menjadi tiap kali ia menarik nafas panjang. Wonwoo menyerah untuk bernafas secara normal. Ia yang selalu memperhatikan penampilannya kini memilih untuk membuka mulutnya lebar-lebar. Mencoba meraup oksigen sebanyak yang ia bisa. 

"Dia disini!" 

Teriakan itu sukses membuat Wonwoo memaksa kedua kakinya untuk kembali bergerak. Memangnya apa sih yang tersimpan di dompet mereka? Dari penampilan mereka saja Wonwoo yakin jika uang yang ada dalam dompet itu tidak mencapai 50 ribu won. Dua puluh ribu saja sudah untung.

Wonwoo dikutuk dengan stamina yang lemah dan juga kemalasan yang diatas rata-rata, namun ia dianugerahi otak yang cerdas agar bisa menyelesaikan satu pekerjaan tanpa mengeluarkan tenaga banyak. Dan kali ini ia memutar otaknya agar bisa menemukan jalan pintas dari kejaran anjing gila.

Mata rubahnya melirik tajam seorang pria yang berjalan di tengah kerumunan. Tidak ada yang spesial. Tapi karena hal itulah ia menarik tangan sang pria menuju gang sempit diantara himpitan pertokoan.

"Eh? Apa ini? Siapa kau?" tanya sang pria yang kebingungan bukan main. Atau mungkin panik.

Tapi rasa panik itu mereda ketika melihat sorot mata Wonwoo yang tajam. Ia kini ketakutan. Tapi ayolah, mata macam apa yang memiliki pesona semacam itu. Mingyu berpikir bahwa mata macam itu harusnya dilarang diedarkan. Karena kini ia tidak bisa berkata-kata.

"Tunggu disini," Wonwoo menengok kearah jalanan. Dan mendapati tiga dari anjing gila berada di sekitarnya. Dan satu ekor lagi bersitatap dengannya sepersekian detik. "Sial."

Wonwoo berjalan cepat menuju pria acak yang ia tarik tadi. Nampak sekali bahwa pria di hadapannya tengah dilanda kepanikan dan juga ketakutan. Well, sudah sewajarnya dia bereaksi seperti itu.

"Oke, ehm, begini. Ini akan terasa aneh tapi aku jamin ini bukan kali pertamaku, jadi kau tak perlu khawatir," Wonwoo menarik wajah Mingyu mendekat dengan satu kali hentakan kasar. "Setelah ini kau boleh memakiku sepuasnya."

a man with spring in his smile || meanie || SeventeenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang