-Karya Terakhir-✅

2.5K 226 23
                                        

Beberapa hari telah berlalu dan kehidupan Jisoo bersama Jennie sudah ada sedikit perubahan. Mereka tidak lagi mengurungkan diri mereka dikamar bahkan sekarang mereka sudah kembali sibuk dengan urusan mereka.

Seperti sekarang, dengan memakai kaca mata, Jisoo kelihatan fokus menatap layar komputer yang ada didepannya itu.

Tok tok tok

Ceklekk

Pandangan Jisoo beralih kearah pintu ruangannya yang dibuka oleh sang sekertaris "Ada apa?"

"Ada yang mengirim bunga untuk Nona"

Dahi Jisoo mengernyit "Siapa orangnya?"

"Saya tidak tahu Nona. Pengirimnya hanya bilang kalau itu titipan dari sang tupai"

Deg

"Rose-ah" gumam Jisoo lirih

"Nona baik baik saja?"

Jisoo mengangguk singkat "Terima kasih, kamu bisa keluar"

Sekertaris itu mengangguk dan berlalu keluar dari ruangan itu setelah meletakkan bouquet bunga diatas meja kerja Jisoo.

Dengan sedikit ragu, Jisoo mengambil bouquet itu dan membaca sesuatu yang tertulis diatas kartu.

Tanpa permisi, air matanya mengalir keluar setelah membaca kartu itu.

-Kak Jisoo, Teruslah tersenyum! I love you-

-Tupai kecilmu-

"Hiks Rose-ah" isaknya memeluk bouquet bunga itu dengan erat seakan dia memeluk sang adek.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.














Tidak jauh beda dari sang Kakak, Jennie yang baru keluar dari kelasnya dikagetkan dengan sosok seseorang yang menghampirinya "Permisi"

"Iya, ada apa?" Sahut Jennie.

"Apa benar anda Nona Jennie?"

"Iya, saya Jennie. Ada apa ya?"

"Ini ada kiriman untuk Nona"

"Dari siapa?"

"Aku tidak bisa bilang ini dari siapa tapi aku yakin Nona Jennie bisa tahu setelah Nona Jennie membaca kartunya"

"Ah,baiklah. Terima kasih"

Setelah mengambil bouquet bunga dari penghantar itu, Jennie langsung berlalu memasuki mobilnya. Dengan wajah yang penasaran dia membaca kartu yang ada di bouquet itu.

-Kak Jennie, teruslah tersenyum. I love you-

-Your Squirrel-

"Hiks Rosie, bogoshipo" isaknya

"Hiks Rosie, bogoshipo" isaknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
















Hari demi hari berlalu, Jisoo dan Jennie setiap hari akan menerima kiriman bouquet bunga dengan kartu yang mempunyai tulisan yang sama.

Namun kali ini berbeda. Mereka menerima kartu yang meminta mereka untuk datang ke satu tempat.

Walaupun ragu, mereka tetap datang ke alamat yang sudah tertulis dikartu itu.

"Ini tempat apa?" Bingung Jennie.

"Ini seperti museum" sahut Jisoo.

"Benar Nona!" Sahut seseorang membuatkan mereka kaget.

"Siapa kamu?" Tanya Jisoo.

"Perkenalkan, nama aku Ash dan aku yang menguruskan museum ini" jelas cowok yang terlihat ramah itu.

"Erm Ash-ssi, aku Jisoo dan ini Jennie. Kita berdua diminta untuk datang kesini" jelas Jisoo.

Ash tersenyum "Aku sudah tahu soal kedatangan kalian. Ayo masuk, aku akan menunjukkan sesuatu untuk kalian"

Dengan perasaan yang ragu, Jisoo dan Jennie menyusul Ash memasuki museum itu.

"Woah, semua lukisan ini cantik banget" puji Jennie.

"Museum ini milik kalian berdua"

"Mwo!? Apa maksud kamu Ash-ssi?" Tanya Jisoo.

"Museum ini dibikin oleh Roseanne, adek kalian. Semua lukisan yang ada di museum ini adalah lukisan yang dibikin oleh dia. Semua lukisan ini memiliki arti yang mendalam dan saya yakin kalian pasti memahaminya. Sebelum dia pergi, dia menitipkan museum ini kepada aku dan meminta aku memberikannya kepada kalian. Sekarang ini adalah kado yang terakhir dari adek kalian untuk kalian berdua" jelas Ash.

Jisoo dan Jennie tidak mampu menahan air matanya lagi. Ditatapnya sekeliling museum itu yang mempunyai banyak lukisan wajah mereka.

"Silakan berkeliling. Kalau ada apa apa, panggil saja aku dilantai bawah" ujar Ash berpamitan pergi dari sana.

Kedua cewek itu mula melangkahkan kaki mereka untuk mengelilingi museum. Air mata mereka semakin deras mengalir ketika mereka melihat lukisan diri mereka dan kata kata yang tertulis dibawah lukisan itu.

-Jisoo Jung. Sosok yang memiliki wajah yang terlalu peris seperti sang Mama. Kelihatan seperti anak kecil namun dia sosok Kakak yang tegas-

-Jennie Jung. Sosok yang kelihatan jutek namun aslinya manja seperti bayi. Dibalik wajahnya yang jutek, masih tersimpan sosoknya yang perhatian-

Hanya suara tangisan yang bersahutan didalam museum itu. Mereka terus menatap lukisan lukisan yang menjadi karya terakhir dari sang adek.

"Rosie, karya ini begitu indah" lirih Jennie 

Sekarang mereka sadar, walaupun kado yang diberi tidak terlalu mahal, ianya tetap akan menjadi karya yang terindah jika diberi oleh sosok yang tersayang.

"Roseanne Jung. Sosok adek yang suka jahil dan suka ngomel. Memiliki pipi seperti tupai yang menggemaskan. Dibalik wajahnya yang bahagia, tersimpan banyak luka dihatinya. Roseanne Jung, you're our happiness" ujar Jisoo dan Jennie secara bersamaan dengan pandangan mereka yang tertuju kearah lukisan wajah sang adek yang terpampang didinding.


















The End✅

Akhirnya Ending juga🤧

Maaf kalau ada ketikan yang menyinggung kalian. I hope you enjoy this story... See you soon:)


  Tekan
   👇

Happiness ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang