Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan Junmyeon sudah dari tadi berada di rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya itu.
Kondisi Rose semakin memburuk bahkan sekarang dia masih belum sadarkan dirinya membuatkan Seulgi dan Dokter Baek semakin khawatir.
"Sepertinya kita harus segera melakukan operasinya" ujar Dokter Baek.
"Apa tidak apa apa?" Tanya Seulgi.
"Kita harus mencobanya" sahut Dokter Baek.
"Permisi" Yeri bersama sang Kakak memasuki ruang inap Rose.
"Ouh Yeri-ah" ujar Seulgi.
"Kak, gimana kondisi Rose?" Tanya Yeri.
Seulgi menggeleng lemah "Semakin memburuk Yer"
Joy mengelus pundak sang adek yang hampir menangis itu.
"Bisa aku minta tolong sama kalian?" Tanya Seulgi.
"Minta tolong apa?" Tanya Joy.
"Tolong serahkan bukti ini untuk Jennie sama Jisoo. Mereka harus tahu semua ini" Seulgi menyerahkan satu cip yang mempunyai rekaman video.
"Baiklah. Aku sama Yeri akan memberikannya kepada mereka sekarang. Tapi, apa bisa aku tahu ini apa?" Ujar Joy.
Seulgi mengangguk dan menjelaskan semuanya membuatkan sosok Kakak dan adek itu kelihatan kaget.
Setelah itu, Joy bersama Yeri akhirnya berganjak pergi dari sana untuk menemui sosok Jisoo dan Jennie.
Tit tit titt
"Sayang!" Junmyeon bergegas bangkit dan mengelus kepala sang anak "Rose-ah! Bangun sayang! Jangan seperti ini" ujarnya ketakutan.
"Permisi Om" Junmyeon menjauh ketika Seulgi dan Dokter Baek menghampiri Rose.
Tittttttt tittttt
Mesin detak jantung Rose terus mengeluarkan bunyi yang menandakan detak jantung Rose yang semakin tidak stabil itu.
Kedua Dokter itu sudah mula merasa panik "Siapin defeblirator!!" Arah Dokter Baek.
Seulgi bergegas menyiapkan alat yang diinginkan oleh sunbaenya.
Dada Rose ikut terangkat ketika Dokter Baek menempelkan defeblirator didadanya. Berkali kali Dokter Baek berusaha namun sepertinya tidak berhasil.
Tit tit titttttttttttttttttt
Kedua Dokter itu saling tatap ketika mesin detak jantung sudah menunjukkan garis lurus.
"A-ada apa?" Tanya Junmyeon.
Dokter Baek memegang pundak Junmyeon "D-dia sudah pergi"
Betapa hancurnya hati seorang Papa ketika mendengar kalimat yang dilontarkan oleh sang Dokter itu "R-Rose, putrinya Papa" lirih Junmyeon mengelus kepala sang anak yang sudah kembali kepada sang pencipta "Apa sekarang kamu sudah tidak merasa sakit lagi hurm? Pergilah dengan tenang. P-Papa mengikhlaskan kepergian kamu. Berbahagialah bersama Mama dan kembaran kamu ya" dikecupnya dahi sang anak dengan air mata yang terus mengalir keluar.
Sekarang, Jisoo dan Jennie sudah berada di sebuah cafe bersama sosok Joy dan juga Yeri.
"Jadi Joy, ada apa?" Tanya Jennie.
"Aku langsung saja ya" ujar Joy. Dia melirik Yeri dan sang adek mengangguk "Ini soal R-Rose"
"Apa lagi yang kamu ingin katakan? Kalau tidak ada, Kakak harus pergi!" Dingin Jisoo.
"Aku bukan ingin kurang ajar sama Kakak tapi tolong dengarin penjelasan aku dulu!!" Sentak Joy kesal "Ini ada sesuatu untuk kalian!" Dia menyerahkan laptop yang sudah dimasukkan cip yang diberikan oleh Seulgi.
Walaupun kesal, Jisoo dan Jennie tetap menatap kearah rekaman itu. Dahi mereka mengernyit ketika rekaman itu menunjukkan video dihari pernikahan sang Mama dan sang Papa.
Mereka tersenyum ketika melihat betapa bahagianya sang Mama yang sudah menjadi istri sah kepada Junmyeon. Namun sedetik kemudian, mereka kaget ketika melihat sosok Tante mereka yang tiba tiba berteriak diacara pernikahan itu.
"Kalian tidak bisa bersama!!"
"Apa maksud kamu Seojin!!" Marah Joohyun.
"Kakak tidak bisa menikah sama Junmyeon! Dia milik aku! Aku mencintai Junmyeon!" Teriak Seojin marah.
"Kamu jangan gila Seojin! Sekarang Junmyeon sudah menjadi suami Kakak! Kamu seharusnya malu karena mencintai suami Kakak kamu sendiri!" Sentak Joohyun.
"Aku tidak peduli! Apa pun yang terjadi, Junmyeon harus menikah sama aku!"
"Hentikan semua ini Seojin! Aku sudah pernah bilang sama kamu kalau aku hanya mencintai Kakak kamu! Kita bahkan tidak pernah mengobrol jadi kenapa kamu bisa mengatakan kalau aku milik kamu!?" Timpal Junmyeon.
"Aku mencintai kamu secara diam diam! Tapi sekarang kamu malah menikahi Kakak aku sendiri! Aku tidak peduli! Kamu harus menikahi aku!"
"Tidak akan dan tidak pernah!" Sahut Junmyeon.
Prakkkk
Seojin membanting vas bunga yang ada disana membuatkan para tetamu berteriak heboh "Kalian lihat saja, aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia! Kalau kalian mempunyai anak, aku akan pastikan hidup anak anak kalian akan hancur!!" Teriak Seojin.
Video itu akhirnya berakhir. Jisoo dan Jennie masih diam dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Setelah itu, Tante Seojin menghilang. Tapi dia kembali setelah Tante Joohyun melahirkan Jennie. Dia berpura pura baik dan kematian Tante Joohyun juga gara gara dia. Disaat Tante Joohyun hamil si kembar, Tante Seojin berusaha meracuni Tante Joohyun. Semua laporan kesehatan yang Tante Seojin tunjukkan untuk kalian adalah palsu. Gara gara ulah Tante Seojin, Mama kalian harus melahirkan Rose dalam kondisi yang lemah. Dan hanya Rose yang selamat. Selama ini kalian malah membenci orang yang salah dan kalian lebih mempercayai sosok yang sudah membunuh Mama kalian sendiri" lanjut Joy seperti apa yang Seulgi jelaskan kepadanya tadi.
Tekan
👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Happiness ✅
Fanfiction-Apa benar kebahagiaan itu wujud?- "Kelahiran elo adalah beban dihidup gue!" "Dan kematian elo adalah hal yang terindah dihidup gue" "Aku akan terus bersama kamu" Chaennie📌 Chaesoo📌 Chaelisa📌 Fanfiction📌
