Pasien?
Kata itu terus teringiang di kepala Seokjin, dia tahu Namjoon selalu berkunjung ke rumah sakit, tapi dia acuh saja, karna baginya bukan urusannya, tapi ucapan Namjoon waktu membuatnya sedikit over thinking.
"Mungkin dia punya gangguan pencernaan, karna dia pernah berada di kamar mandi lama sekali, dan saat keluar dia terlihat pucat pasi, dan keesokannya dia tidak berangkat."
"Seokjin, sarapan sudah siap, ayo nak." Seruan dari luar kamarnya membuyarkan pikirannya sedari tadi.
"Iya Bu."
.
.
.
.
"Namjoon."
"Iya, Ayah?"
"Minggu depan, kita akan mengadakan pertemuan dengan calon pasanganmu, Ayah dan Ibu sudah menyiapkan semuanya, kau hanya perlu sehat hingga waktunya datang, jadi Ayah minta kau jangan lelah."
"Iya Ayah, aku tahu, tapi ada yang ingin aku tanyakan."
"Tanyakanlah nak."
.
.
.
.
"Jungkookie, apa yang harus aku beli untuk Namjoon Hyung dan Seokjin Hyung di acara minggu depan?"
"Belikan saja mobil untuk Namjoon Hyung dan Seokjin Hyung."
"Mobil? Apa tidak terlalu murah?"
"Pilihkan model yang terbaru."
"Tapi Namjoon hyung sudah punya banyak mobil."
KAMU SEDANG MEMBACA
No Promises
FanfictionWARNING! YAOI AREA! BOYSLOVE AREA! MPREG AREA! 19+ AREA! Kau melukai. Maka kau akan terluka. Kau mengecewakannya. Maka kau akan dibuat kecewa. Kau mencintainya. Maka kau akan dicintainya. Dan penyesalan selalu datang di akhir cerita. Seperti i...
