(SEDANG DIREVISI)
(WARNING!!!
(CERITA INI MEMUAT UNSUR KEKERASAN, PEMBUNUHAN, OBSESI PSIKOLOGIS, CHILD GROOMING, DAN HAL SENSITIVE LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN. CERITA INI DITUJUKAN UNTUK PEMBACA 17+ DAN MUNGKIN TIDAK COCOK UNTUK SEMUA...
Cerita ini memuat unsur kekerasan, kata-kata kasar, pembunuhan, obsesi, narkoba, pelecehan seksual dan beberapa hal yang mungkin membuat para pembaca merasa tidak nyaman. Jika kalian mengalami hal serupa, segera cari bantuan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aely's house - Las Vegas 12:00 AM
Aely masih berkutat di dapur saat ini, padahal jarum jam sudah menunjukkan angka dua belas malam dan satu jam sebelum orang itu datang. Aely harus cepat menyelesaikan kegiatannya dan mengisi perutnya yang keroncongan.
"Aku harus cepat atau aku akan mendapatkan hadiah lagi dari dia," gumam Aely seraya memasak makanan.
Perasaan takut dan lapar menjadi satu, Aely sangat takut jika tiba-tiba pria itu datang dan mengancamnya lagi untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak pria itu sukai. Dan tentu saja, Aely tak bisa menolak. Selain karena dirinya akan mendapatkan hadiah dari pria itu, keselamatan ayah dan ibunya juga menjadi taruhannya.
Setelah makanan yang dia masak sudah siap, Aely cepat-cepat memindahkannya ke piring dan membawanya menuju meja makan. Jarum jam sudah menunjuk pada pukul dua belas lebih empat puluh lima menit, dan Aely harus cepat-cepat menyelesaikan kegiatannya lalu naik ke atas untuk berpura-pura tidur seperti biasa.
Sudah empat tahun dia mengalami hal ini, tapi gadis itu tak berani untuk mengatakannya pada ayah atau ibunya karena takut mereka akan khawatir, terlebih lagi kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.
Ayahnya merupakan pengusaha ternama di Las Vegas, sedangkan ibunya adalah seorang dokter kecantikan. Ibunya juga memiliki klinik kecantikan sendiri.
Kesibukan kedua orang tuanya sukses menghantarkan Aely pada lubang kesepian. Tak memiliki saudara dan orang tua yang selalu sibuk, terdengar membosankan bukan? Tapi setidaknya Aely harus bersyukur karena masih memiliki dua sahabat, Shacy dan Amery.
"Aku harus cepat," panik Aely saat melihat arah jarum jam. "Holy shit!Tiga menit lagi!"
Aely hanya punya tiga menit sebelum orang itu datang dan mengawasinya hingga pagi menjelang.
Pria misterius itu akan datang, pria dengan suara berat dan tangan yang kekar, setidaknya itu yang Aely ketahui tentang pria yang selalu menguntitnya selama empat tahun ini. Dia tak tahu siapa pria itu dan apa tujuannya. Apakah pria itu adalah pembunuh berantai yang menargetkannya sebagai korban selanjutnya?
Suara langkah mulai terdengar di telinga Aely, dia sangat tahu siapa pemilik suara langkah itu. Tubuhnya mulai bergetar ketakutan, sendok yang dia pegang terjatuh menghasilkan suara gaduh dari meja makan. Tentu saja, hal itu menarik perhatian.
"Oh god please help me, i'm gonna die. Mom, dad forgive me."
Batin Aely sambil memilin ujung piama yang dia kenakan. Dari kejauhan, ia bisa melihat pria itu turun dari tangga setelah mendengar suara sendok yang jatuh. Pria berpakaian serba hitam dan bertopeng itu mendekat.