Chapter 13

14.5K 585 17
                                        

Diamond Lake 05:00 PM  - Las Vegas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Diamond Lake 05:00 PM  - Las Vegas

Netra hijau itu menatap hamparan rumput di depannya. Bibir tebal nan ranum itu tersenyum tipis kala melihat pemandangan yang sangat indah. Danau yang tak terlalu jauh dari rumahnya ini memang selalu berhasil membuatnya tenang, tempat favoritnya selama dia berada di kota ini. Gadis itu menatap Shacy dan Amery secara bergantian, lalu tersenyum tipis pada mereka.

"Aely kita tampak sangat bahagia, bukan begitu, Shacy?" tanya Amery pada Shacy yang tengah berfoto ria.

Ketiga gadis itu menggunakan dress bunga berwarna hijau. Entah kenapa mereka memutuskan untuk memakai dress bunga berwarna hijau. Tapi, Aely menganggap itu karena dia yang menyukai warna hijau, jadi Shacy dan Amery hanya ingin membuatnya senang dengan memilih warna hijau untuk dress mereka sore ini. Sepotong sandwich masuk ke dalam mulut Aely. Saat mengunyah sandwich itu, Aely menyapu pandangannya pada sekitar danau yang terlihat sepi.

Di ujung kanan hanya ada pepohonan rindang. Mereka saat ini berada di tengah tempat di mana orang-orang biasa piknik bersama keluarga ataupun teman. Bibirnya terus terangkat ke atas membentuk lengkungan yang indah sembari mengamati kegiatan orang lain yang juga tampak bahagia sepertinya.

Aely seolah melupakan fakta bahwa di mana pun dia berada, Luciano akan tetap mengawasi gadis itu. Dan saat ini, Luciano duduk tak jauh dari para gadis itu. "Pretty, she's really pretty. I want to kiss her right now," ucap Luciano di balik koran yang sedang dia pegang.

Sebenarnya, saat ini Luciano harus berada di gedung yang tak jauh dari danau untuk mengawasi penyelundupan narkotika kali ini. Tapi, saat berada dalam perjalanan, Jeffrey memberi pesan padanya jika Aely juga sedang berada di tempat yang tak jauh dari gedung itu.

Dan di sinilah dia saat ini, bersama dengan Austin yang sedang berdiri di belakangnya lengkap dengan senjata dan kacamata hitam yang membuat laki-laki itu menjadi pusat perhatian.

Netra abu-abunya terus menatap Aely yang tampak sangat bahagia. Tanpa sadar, bibirnya ikut tersenyum melihat Aely. Jantungnya berdebar sangat kencang melihat gadis itu.

"Austin, beritahu para gadis yang seperti parasit itu untuk menjauh dari Aely," titahnya pada Austin sembari melepas jasnya. Kini, hanya tersisa kemeja hitam tanpa dasi dengan kancing atas yang terbuka dan lengan baju yang dia gulung hingga siku.

Luciano memasang topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Tangannya dia masukkan ke dalam saku celana dan mulai beranjak dari tempatnya mendekat pada Aely. Dapat dia lihat Shacy dan Amery berjalan menjauh dari Aely, sedangkan gadis itu tampak kebingungan dengan sikap sahabatnya. Luciano tak peduli jika dia menghancurkan hari bahagia Aely, karena dia tak tahan untuk mendekat pada gadis itu.

"Ciao, amore," sapa Luciano. Laki-laki itu berdiri menjulang di hadapan Aely yang sedang duduk manis dengan tangan yang masih memegang sepotong sandwich yang akan habis sebentar lagi.

STALKERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang