Chapter 15

12.1K 511 27
                                        

Green Garden - Las Vegas, Nevada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Green Garden - Las Vegas, Nevada

"Apa yang kamu lakukan di sini, Aely?" tanya Alastair.

Aely menatap tanpa minat pada Alastair. Sial, padahal saat ini dia hanya ingin sendirian. Kenapa selalu saja ada yang mengganggu waktu santainya?

"As you can see, aku hanya duduk di sini dan tidak melakukan apa pun," jawab Aely dengan senyum paksanya.

Mendengar itu, Alastair menganggukkan kepalanya pelan, lalu duduk di samping gadis itu. Alastair menatap lekat pada Aely. Tanpa sadar, bibirnya tersenyum tipis. Dilihat dari jarak sedekat ini, Alastair tersadar jika Aely benar-benar cantik.

Jemari Alastair bergerak untuk menyelipkan anak rambut Aely ke belakang telinga gadis itu agar tak mengganggu. "What are you doing?" Tangan Aely sudah mengepal, siap untuk memukul Alastair jika laki-laki itu melakukan sesuatu padanya.

"Hahaha, calm down girl. Aku hanya membantumu merapikan rambut," ucap Alastair. Laki-laki itu mengubah posisinya menjadi terlentang dengan kepala yang bertumpu pada kaki Aely.

Belum sempat Aely memukul Alastair yang sudah melewati batas, laki-laki itu terlebih dulu menggenggam tangannya dengan lembut.

"Biarkan seperti ini sebentar saja, aku lelah, Aely," kata Alastair dengan mata terpejam.

Merasa kasihan, pada akhirnya Aely hanya diam dan mengizinkan Alastair untuk menggunakan kakinya sebagai bantal. Gadis itu mengeluarkan sebuah novel dari dalam tasnya, kemudian membaca novel itu dengan fokus. Gadis itu bahkan mengabaikan Alastair yang sudah membuka kedua matanya.

Alastair menatap Aely dengan lekat. Jantungnya berdebar dengan cepat saat bertemu dengan Aely. Dan dia tahu itu pertanda apa, Alastair menyukai Aely. Belum sampai tahap mencintai karena Alastair hanya sekadar suka melihat gadis itu, tidak benar-benar ingin memiliki Aely.

Tanpa sadar, Alastair menjilat bibirnya yang kering ketika melihat bibir Aely yang terus bergerak. Sepertinya gadis itu sedang mengikuti dialog dari novel yang dia baca. Bibir itu, Alastair ingin mengecup bibir itu lagi.

"Berhenti menatapku," ucap Aely tanpa mengalihkan perhatiannya dari novel yang dia baca.

Alastair terkekeh geli melihat betapa fokusnya Aely membaca novel itu. Alastair merasa jika dia benar-benar nyaman bersama dengan Aely. Gadis itu tak banyak bicara seperti gadis yang lainnya, justru gadis itu lebih memilih memusatkan perhatiannya pada buku. Sangat menarik.

"Aely, berapa umurmu?" tanyanya membuka pembicaraan agar tidak terlalu canggung.

Dia ingin lebih dekat dengan gadis itu. Entah kenapa rasanya Alastair sangat suka mendengar suara gadis itu. Padahal, biasanya Alastair tidak terlalu suka berbicara pada orang lain jika tidak penting karena menurutnya itu hanya membuang-buang tenaga.

STALKERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang