Chapter 7

16.4K 720 38
                                        

Aely's house - Las Vegas, Nevada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aely's house - Las Vegas, Nevada

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, namun sang pemilik kamar justru masih sibuk bergelut di alam bawah sadarnya. Sudah tak ada suara kicauan burung khas pagi hari, hanya ada suara bising entah dari mana.

Perlahan, Aely membuka kedua matanya dan menyesuaikan cahaya. Suara itu benar-benar mengganggunya. Berjalan malas keluar dari kamarnya, Aely mencari sumber suara bising tersebut.

Netra hijaunya membulat sempurna saat melihat Luciano dan beberapa orang sedang menurunkan barang-barang dan memindahkannya ke dalam rumah tepat di samping rumahnya. dia tak sadar bahwa dirinya masih memakai piama tipis, dan menyempilkan kepala di antara gerbang agar dapat melihat lebih jelas apa yang sedang Luciano lakukan.

"Kenapa dia ada di sini?" gumamnya. Terlalu fokus dengan lamunannya, Aely tak sadar bahwa penyebab dia terbangun siang hari ini berada tepat di depannya.

"Aely?"

Mendengar namanya dipanggil membuat Aely mendongakkan kepala, dan benar saja, laki-laki itu sudah berada di depan dirinya. Mereka hanya terhalang pagar hitam, tetapi Aely masih bisa melihat dengan jelas wajah Luciano.

Perawakan tinggi, wajah rupawan, dan harum khas yang selalu membuat Aely teringat dengan sang penguntit itu membuatnya terpana. 

Luciano kembali memanggil nama gadis itu tapi sepertinya Aely masih betah untuk diam, "AELY!" panggil Luciano dengan sedikit berteriak, dia tidak suka diabaikan seperti ini.

"Ya?"

Saat Aely tersadar dari lamunannya gadis itu langsung mundur beberapa langkah karena wajah Luciano benar-benar dekat, sedikit saja dia bergerak maju maka mereka akan berciuman.

Astaga Aely! Apa yang kamu pikirkan tentang gurumu!

Luciano kembali berdiri tegak, melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap tajam pada Aely. "Jangan pernah mengintip kegiatan orang lain Aely, itu perbuatan yang tidak baik. Jika kamu penasaran maka tanyakan saja langsung," kata Luciano sebelum melangkah meninggalkan Aely yang masih mencerna maksud perkataannya.

Berhenti melangkah netra pria itu menatap lekat padanya. "Lalu, lain kali jangan keluar dengan pakaian seperti itu Aely."

Setelah mengatakan itu Luciano kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Aely yang menahan rasa malu.

Sial!

Rasanya Aely ingin menceburkan diri ke dalam kolam berisi ikan hiu. Demi apa pun dia sangat malu, tapi bukankah seharusnya tadi dia marah-marah pada Luciano karena sudah berani mengganggu tidurnya.

Aely berlari masuk ke dalam rumahnya lalu berbaring di sofa, gadis itu merasakan ada yang menempel pada lehernya. Dan benar saja saat Aely melihat pada pantulan televisi ada kalung yang terpasang di lehernya, Aely menyentuh kalung itu.

STALKERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang