Sebelum baca, lebih baik vote terlebih dahulu ya.
Happy reading 🥰
Sejak beberapa hari yang lalu, Ayezha menjadi dekat dengan kedua orang tuanya. Walaupun hanya lewat via chat dan video call karena orang tuanya sedang berada di luar negeri.
Malam ini Ayezha sedang video call dengan mama dan papanya, "Ca. Besok malem Papa pulang, kamu mau dibawain apa?"
"Em apa yaa, Eca mau mama papa pulang sampe indo dengan selamat dan sehat itu doang"
Dari balik layar handphone tersebut, kedua orang tuanya tersenyum lembut. Sungguh, kebahagiaan yang luar biasa bagi Ayezha melihat kedua orang tuanya tersenyum padanya "Anak Mama ini emang anak paling baik, ga pernah nuntut apa-apa. Nak, jaga diri baik-baik ya. Sehat terus, jagain cucu mama dan papa, nanti wisuda kalo mama dan papa ngga dampingin, gapapa ya?"
Wajah Ayezha yang tadinya bahagia, tersenyum berubah drastis menjadi wajah yang penuh tanda tanya, "Maksud mama apa? kan wisuda Eca minggu depan, senin nanti. 2 hari setelah mama pulang ke indo. Kalian pasti bisa lah"
"Ya kan, mama bilang kalo"
"Pokoknya Eca gamau tau kalian harus dateng, H A R U S" ucapnya dengan menekankan kata harus.
Disela perbincangan mereka, Gavin datang membuka pintu kamar tersebut terlebih dahulu "Eh Vin, aku lagi vc sama mama papa nih" ucap Ayezha langsung mengalihkan handphonenya ke arah Gavin.
Lelaki yang baru pulang dari kantornya itu tersenyum, "Apa kabar Ma, Pa?"
"Baik Vin, kamu dari mana?" jawab Papa Ayezha.
"Abis ke kantor Ayah tadi, Pa. Ada yang mau diurusin"
"Oohh, besok jangan lupa jemput kami ya di bandara" ingat Mamanya.
"Pasti" jawab Gavin dan Ayezha serempak.
"Yaudah mama sama papa mau istirahat dulu ya, sampai ketemu besok"
tuttt.
Saat sambungan telepon terputus, Ayezja langsung melemparkan asal handphonenya ke kasur disana.
"Ga nyangka ya Vin, gue sekarang bisa deket sama orang tua gue" ucap Ayezha.
"Ya penghalang kalian waktu itu kan, cuma Sahira"
"Dih, tumben ngejelek-jelekin Sahira biasanya kan dia selalu lo sanjung-sanjung, udah cuci muka ta makanya sadar?" saut Ayezha dengan nada mengejek.
Gavin terkekeh pelan, "Emang kenyataannya gitu ga ngejelekin"
"Yaudah sana bersih-bersih, gue mau nyiapin makan dulu"
Gavin membersihkan dirinya, tak lama kemudian ia langsung menyusur sang istri untuk makan malam.
"Vin, tadi Sahira nelfon"
continue..
Haii thank u ya udah baca cerita ini, maafff karna kali ini up nya sedikitt banget padahal kalian udah nunggu lamaaa.
sampai jumpa di next chapter ya guys, semoga aku banyak waktu luang biar bisa panjangg up nyaaa..
bye bye semuaaa 🤍🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
Ayezha (on going)
Novela Juvenilayezha farasya, gadis yang dulu sangat ceria dan anak baik namun berubah menjadi seseorang yang sangat dingin dan menjadi seorang badgirl. Apa jadinya seorang badgirl seperti ayesha jika dijodohkan dengan seorang pria badboy, ketua geng motor 'Elan...
