Kantin Atmadja Food Company dipenuhi oleh karyawan, rekan kerja Gita, Cangcorang serta teman-teman Cornelia. Sesuai rencana Sisca semalam, hari ini Atmadja Food menyelenggarakan pengujian terhadap produk baru mereka.
Selesai bertegur sapa dengan rekan kerjanya, Gita menghampiri Cangcorang. Kedua tangan masuk dalam saku celana, menatap lurus punggung perempuan berbaju putih berpadu celana jeans biru.
"Samperin kek Git, jangan di pantau doang"
"Masih banyak orang"
Dey memutar bola mata malas. "Kemana sohib gue yang terkenal cuek? Lagian ini perusahaan lo sendiri, masak iya ada paparazi"
"Who know" Gita mengedikkan bahu.
"Cupu lo" cibir Dey.
"Hm"
Dey menyikut lengan Gita. "Oniel dideketin cowok tuh"
Tak mendapat reaksi apapun dari Gita, Dey menengok samping. Namun sayangnya, kosong. Entah kemana menghilangnya Gita.
***
Cornelia tersentak ketika pinggangnya di rengkuh seseorang. Emosinya menguap begitu tahu pelakunya.
"Sayang"
Gita mengalihkan pandangan pada cowok yang Dey maksud. Ia mengenali cowok tersebut. Agam Rajasa.
"Terima kasih pak, sudah menemani tunangan saya"
Agam tampak gugup. "Ah iya bu, sama-sama"
"Kalau begitu kami permisi pak" Gita lantas menggandeng Cornelia. "Ayo sayang"
"Tadi siapa kak?"
"Beliau namanya pak Agam, pemilik AR Crop. Kenapa? Kamu naksir? Saya saranin jangan"
Cornelia mengernyit bingung. "Alasannya?"
"Karena kamu milik saya Niel" batin Gita.
"Pak Agam itu terkenal suka godain cewek, makannya saya buru-buru nyamperin kamu sebelum kamu jadi korban beliau" Gita dengan gentle menarik kursi untuk Cornelia. "Udah makan?"
Cornelia menggeleng.
"Kamu duduk sini bentar"
Gita melenggang pergi ke deretan meja yang menyediakan berbagai macam produk makanan.
"Niel"
Cornelia mendongak, menatap tanya.
"Makan dulu"
Mengikuti arah tunjuk Gita. Ratatouille, snack, dan sebotol air mineral tersaji di hadapannya. Mengucap terima kasih, Cornelia memejam seraya membaca doa.
Kebiasaan Cornelia itu jadi salah satu alasan mengapa Gita mengaguminya.
Meraih botol minuman di depannya, Gita membuka tutup botol tersebut kemudian ia sodorkan pada Cornelia.
"Kesini di antar siapa?"
"Bareng beban keluarga" jawab Cornelia menunjuk meja tempat Lulu, Olla, dan Flora menikmati makanan mereka masing-masing.
Gita senyum jahil. "Termasuk kamu dong"
"Kak Gita ngeselin ih!" ngambek Cornelia mencubit perut Gita tanpa kenal ampun. Sontak Gita meringis.
"Akh.. sakit Niel sakit"
"Rasain, siapa suruh ngeselin"
"Padahal saya belum sembuh total udah kamu siksa" melas Gita mengusap area bekas cubitan Cornelia.
Greb
Sebuah tangan melingkar sempurna di leher Gita, tanpa menengok belakang pun Gita tahu pemilik tangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Surabaya
FanficSurabaya Ibu kota Jawa Timur yang mempertemukan Gita Sekar Atmadja pada seseorang dari sekian banyaknya penduduk Surabaya. Barista cantik di sebuah cafe. Cornelia Vanisa Megantara. Prinsip yang semula pekerjaan nomor satu, seketika berubah setelah p...
