Jadi, beginilah kilas balik kejadian antara Giselle dan Yeonjun yang sempat membuat Karina begitu naik pitam.
Selepas jam pelajaran pertama selesai, suasana kelas langsung riuh karena jam berikutnya kosong akibat rapat guru. Saat itulah Giselle meminta izin kepada Karina, Winter, dan Ningning untuk pergi ke toilet. Namun, itu hanyalah alasan. Nyatanya, Giselle berniat untuk menghampiri Yeonjun. Gadis itu sudah membulatkan tekadnya untuk menyatakan perasaan yang selama ini ia pendam tepat pada hari ini.
Dengan langkah ragu, Giselle berjalan mendekati Yeonjun yang sedang asik mengobrol bersama gengnya di koridor kelas.
“K-Kak Yeonjun... Boleh ngomong sebentar?” tanya Giselle gugup, meremas ujung seragamnya.
“Ngomong aja di sini.” jawab Yeonjun datar.
“Nggak bisa, Kak. Di sini banyak temen-temen Kakak.” ucap Giselle, jantungnya kian berdegup kencang.
“Bentar, ya.” pamit Yeonjun kepada Soobin dan Beomgyu. Sementara itu, Beomgyu dan Soobin langsung menggoda Yeonjun sambil memasang tampang 🌚.
“Yuk, ikut gue. Katanya nggak mau ngomong di sini karena banyak temen-temen gue.” ucap Yeonjun, mengajak gadis itu ke suatu tempat. Giselle pun mengangguk pasrah lalu mengekori langkah Yeonjun.
Namun, ketika mereka berhenti, Giselle langsung mengedarkan pandangannya dengan syok.
“Kok di sini, Kak?” tanya Giselle dengan rona ketakutan di wajahnya.
“Katanya lo nggak mau ngomong kalau banyak temen-temen gue. Ya udah, lo gue bawa ke sini.” jawab Yeonjun acuh tak acuh.
“Y-ya tapi nggak di tengah lapangan juga, Kak! Di sini rame banget.” protes Giselle yang habis pikir dengan jalan pikiran seniornya itu.
“Tapi kan mereka bukan temen-temen gue. Jadi harusnya lo bisa ngomong, dong.” balas Yeonjun enteng.
Giselle didera kebingungan yang hebat. Ia bimbang apakah harus tetap menyatakan cintanya sekarang atau mundur saja. Masa ia harus confess di tengah lapangan yang sedang ramai begini? Apalagi karena guru-guru sedang rapat, lapangan penuh oleh murid-murid yang berlarian bebas. Kini, atensi seisi lapangan bahkan sudah tersedot pada eksistensi Giselle dan Yeonjun. Nyali Giselle seketika ciut. Tapi, kalo bukan sekarang, kapan lagi? Yaudah lah ya, di coba aja dulu.
“Lo jadi mau ngomong apa kagak? Kalau kagak, gue mau balik ke temen-temen nih.” desak Yeonjun.
“E-eh, i-iya, Kak...” ucap Giselle terbata-bata.
Bisik-bisik mulai terdengar, semua orang penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Giselle.
“Gue suka sama lo, Kak. Sejak pertama kali gue liat Kakak jadi panitia pas MPLS. Lo... mau nggak pacaran sama gue?” ucap Giselle telanjur basah. Ia menunduk dalam-dalam, tak sanggup menatap mata Yeonjun.
Seulas senyum tipis terukir di wajah Yeonjun. “Makasih buat perasaan lo ke gue. Gue terima.”
Seketika, sorakan riuh menggema di sekeliling mereka. “CIEEEE...!” Orang-orang bersorak, membuat Giselle tersenyum malu dengan pipi merona.
“Tapi—”
Kata sambung itu meluncur, membuat sorakan di lapangan mendadak senyap. Semua orang menahan napas, menunggu kelanjutan kalimat Yeonjun. Jantung Giselle mencelos, mendadak diliputi rasa cemas yang luar biasa.
“—maaf, gue cuma bisa nerima, nggak bisa bales. Soalnya gue nggak punya perasaan apa-apa ke lo. Jadi, gue pamit balik ke temen-temen gue, ya.” lanjut Yeonjun tanpa beban.
Hening sedetik, sebelum akhirnya ledakan tawa pecah di tengah lapangan. Sorakan hangat berubah menjadi seringai ejekan yang menertawakan penolakan mentah-mentah itu. Merasa harga dirinya hancur dan terlanjur malu, Giselle langsung berbalik dan berlari menuju kelasnya sambil berurai air mata.
•••
Kabar penolakan tragis Giselle oleh Yeonjun langsung meledak dan menyebar secepat kilat ke seantero SM Senior High School. Desas-desus tak terbendung lagi. Ada siswa yang memuji keberanian Giselle, ada yang menjadikannya bahan gunjingan, dan ada pula yang bersimpati karena ia dipermalukan di depan umum. Namun, tak sedikit juga barisan sakit hati yang menghujat dan mensyukuri kegagalan Giselle mendekati ‘si paling famous’ di SM SHS tersebut.
Kubu Yeonjun pun terbelah. Sebagian mati-matian membela sang pangeran sekolah dan menganggap Yeonjun tidak salah karena sudah jujur. Sebaliknya, sebagian lain justru berbalik kecewa dan mengutuk cara berdarah dingin Yeonjun saat menolak perempuan. Menariknya, di antara kekacauan itu, masih ada kaum utopis yang berharap keduanya bisa bersatu karena dinilai sangat serasi.
Dampak domino dari insiden ini ternyata ikut menyeret Karina. Sebagian besar siswa SM SHS mulai menghujat Karina karena berani melabrak Choi Yeonjun si pangeran sekolah, padahal statusnya hanyalah anak baru di sekolah itu. Namun, Karina tidak sendiri. Barisan pendukungnya pasang badan dan menegaskan bahwa tindakan Karina sudah benar, sebab sikap Yeonjun memang sudah kelewat batas.
Alhasil, benang kusut asmara dan solidaritas ini sukses menjadi topik terhangat yang tak habis dibahas selama berhari-hari di setiap sudut sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
it's between you and me (end)
RomancePada awalnya ini merupakan hubungan yang tegang antara Yeonjun dan Karina. Namun, pertemuan yang terus menerus membuat perubahan untuk hubungan keduanya yang lebih intens. Started: Jum'at, 24 November 2023 End: Jum'at, 29 Maret 2024
