Pada awalnya ini merupakan hubungan yang tegang antara Yeonjun dan Karina. Namun, pertemuan yang terus menerus membuat perubahan untuk hubungan keduanya yang lebih intens.
Started: Jum'at, 24 November 2023
End: Jum'at, 29 Maret 2024
Niat hati Karina untuk rebahan di hari Minggu yang indah ini sepertinya tidak akan terlaksana saat mendengar notifikasi dari ponselnya. Entah kenapa, Karina merasa notifikasi itu membawa kabar buruk. Namun, ia tetap mengeceknya. Ternyata, itu adalah pesan dari sang sepupu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membaca pesan tersebut, Karina pun segera membalas pesan dari sepupu kesayangannya itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nah kan, firasat Karina selalu tepat. Mark menyuruhnya membawakan dry ice untuk praktikum ke rumah Yeonjun. Sirna sudah niat Karina untuk rebahan sepanjang hari.
Sebenarnya Karina malas bertemu gebetannya si Giselle itu. Tapi demi Mark, Karina akan mengesampingkan rasa kesalnya dulu. Bagaimanapun, Mark sudah sangat baik padanya.
“Hah, demi Kak Mark aku bakal ke rumah si itu. Semangat, Karina.” ucap Karina menyemangati dirinya sendiri sebelum akhirnya mengayuh sepedanya ke rumah Yeonjun.
•••
“Nih, Kak.” Karina menyodorkan sekantong plastik berisi dry ice yang langsung diterima oleh Mark.
“Makasih ya, Rin. Yuk, masuk dulu, istirahat dulu. Pasti capek, kan?” kata Mark pada Karina.
“Ya capek lah, Kak. Aku kira rumahnya deket, ternyata lumayan jauh. Butuh waktu 20 menit buat nyampe sini.” ucap Karina sedikit ngos-ngosan. Karina tidak bohong, ia memang butuh waktu 20 menit untuk sampai ke rumah teman sepupunya ini.
Mark tertawa. “Emang deket kok, tapi kalau pake motor.”
Karina hanya mencebikan bibir kesal.
“Yuk, masuk dulu.” ajak Mark. Karina dengan berat hati akhirnya menuruti ucapan sepupunya itu.
Karina mengira hanya ada Mark dan Yeonjun saja di sana. Ternyata, ada Beomgyu dan Soobin juga. Namun tidak heran sih, mereka kan memang selalu sepaket. Soobin dan Beomgyu menyambut Karina dengan ramah, berbeda jauh dengan seseorang.
“Ngapain lo di sini?” tanya Yeonjun galak.
Nah, nah kan... Karina tuh paling malas kalau sudah begini. Belum apa-apa sudah digalakin oleh Yeonjun.
“Apa sih? Siapa juga yang mau ke rumah Kak Nujnoey. Aku tuh ke sini demi Kak Mark, ya. Lagian ya, harusnya Kak Nujnoey tuh bilang makasih ke aku. Kalau nggak ada aku, tugas Kak Nujnoey nggak bakal selesai dan Kak Nujnoey bakal dihukum.” jawab Karina tak kalah galak.
Mark tertawa, sedangkan Beomgyu dan Soobin tampak kebingungan.
“Nujnoey? Nujnoey tuh siapa woy? Kagak ada yang namanya Nujnoey di sini.” tanya Beomgyu.
Mark makin tertawa kencang, sedangkan Yeonjun merasa semakin sebal.
“Nujnoey tuh Yeonjun, lo pada bacanya harus dari belakang. Nujnoey dibalik jadi Yeonjun, kan? Si Karina nih nggak mau nyebut nama Yeonjun dengan bener. Soalnya katanya, kalau nyebut nama Yeonjun dengan bener, dia jadi mules dan mau berak.” Mark menjelaskan dengan detail pada teman-temannya.
“Cuma denger namanya aja aku jadi mules, apalagi nyebut.” timpal Karina.
“Anjir, demi apa lo denger sama nyebut nama Yeonjun aja jadi mules plus mau berak? Ada-ada aja lo, Rin.” kata Soobin sambil tertawa lepas.
Soobin dan Beomgyu makin terbahak-bahak. Sementara itu, Yeonjun hanya bisa pasrah dengan kelakuan sohib-sohibnya yang minus akhlak ini.
“Diem lo pada, terutama lo—” Yeonjun menunjuk Karina, “—manusia minimalis.”
Yeonjun langsung memasang sikap sebagai pemenang begitu mengakhiri kalimatnya. Ia berasumsi bahwa gadis itu pasti hanya akan terdiam dan tidak bisa menjawab apa pun.
Hmph.. Sadar di mana posisi lo, bocah. Sok-sokan lawan gue. Kicep kan lo, batin Yeonjun cekikikan.
Karina kesal bukan main. Namun, kali ini ia sedang tidak ingin mendebat Yeonjun karena rasanya akan percuma saja.
Mark segera menengahi, “Udah, udah, jangan berantem melulu. Kapan kerja kelompoknya kalau gini?”
“Oh ya, Rin. Kamu duduk anteng dulu aja di situ. Nanti pulangnya sama Kakak aja naik motor. Sepeda kamu titipin aja dulu di rumah Yeonjun.” ucap Mark pada Karina.
“Jangan lupa pulangnya beliin es krim, kan aku udah bantuin Kakak.” jawab Karina.
“Dasar manusia kapitalis.” celetuk Yeonjun.
“Jun, udah...” tegur Mark lagi. Pusing pokoknya menghadapi Yeonjun dan Karina.
Sementara itu, Soobin dan Beomgyu hanya bisa tertawa melihat kelakuan ajaib Yeonjun dan Karina.