Chapter 28: Perubahan Yeonjun

158 25 10
                                        

Karina merasa heran dengan perubahan sikap Yeonjun akhir-akhir ini. Mengapa laki-laki itu mendadak jadi lebih lembut? Ia juga memperlakukan Karina dengan sangat baik. Apakah kakak kelasnya itu baru saja mengalami kejadian berat sehingga mencoba “bertobat” untuk menjadi orang yang lebih baik?

Apa ini yang namanya panjang umur? Baru saja Karina memikirkannya, ponselnya berdering. Nama Yeonjun tertera di layar.

“Di mana lo?”

“Bisa nggak sih, Kak, pakai kalimat pembuka dulu?”

“Ck, ribet. Ya udah, tinggal jawab di mana juga.”

“Aku lagi di perpus ini. Kenapa nanya?”

“Pulang bareng gue. Cepet, keburu malem.”

“Aku hari ini ada jadwal les, Kak.”

“Gue anterin, nanti pulang lesnya juga gue yang jemput. Ini gue disuruh Mark, ya.”

“Serius? Nggak usah, Kak. Aku naik bus aja. Nanti biar aku yang bilang ke Kak Mark.”

“Nggak! Gue udah janji ke Mark. Pokoknya lo harus bareng gue.”

“Ya, ya, oke. Makasih ya, Kak. Maaf ngerepotin.”

“Ya, sama-sama.”

Setelahnya, panggilan pun terputus.

“Kok Kak Yeonjun makin ke sini makin soft, ya? Walaupun masih nyebelin. Jangan baper, Rin.” monolog Karina sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri.


•••

“Kenapa nggak pakai jaket? Udah tahu ada jadwal les yang pulangnya malem, malah nggak bawa jaket.”

Baru saja sampai di parkiran khusus motor, Karina sudah disuguhi omelan Yeonjun yang menatapnya sebal.

“Sejak kapan Kak Yeonjun jadi perhatian begini ke aku?” tanya Karina heran.

“Nih, pakai.” Yeonjun melepas jaket yang ia kenakan, lalu menyodorkannya pada Karina. Gadis itu sempat menolak.

“Nggak usah, Kak. Nggak dingin, kok.” Karina menyodorkan kembali jaket tersebut agar Yeonjun memakainya saja.

“Lo bakal pulang malem, pakai aja. Gue nggak apa-apa.” Yeonjun memakaikan jaket itu ke tubuh Karina agar ia tidak terus menolak. Setelahnya, Yeonjun segera menaiki motornya. “Ayo, naik.”

Karina menurut dan segera naik ke atas motor Yeonjun. Sebenarnya tubuh Karina menegang saat merasakan perlakuan manis Yeonjun barusan. Laki-laki itu menarik kedua tangan Karina agar memeluk pinggangnya.

“Pegangan, gue nggak mau diomelin Mark kalau lo sampai kenapa-napa.”

Karina tidak menolak, ia membiarkan semua perlakuan Yeonjun.

Kalau Kak Yeonjun bersikap manis begini, aku malah takut jatuh cinta sama kamu, Kak, batin Karina.


•••

Akhirnya, mereka sampai di tempat les Karina.

“Jangan naik bus. Pulangnya gue jemput lo lagi.” ucap Yeonjun sambil melepas helm dari kepala Karina.

Karina bingung. Kenapa Yeonjun jadi kayak gini? Dengan keberanian yang tersisa, akhirnya Karina bertanya, “Kenapa tiba-tiba Kak Yeonjun jadi kayak gini?”

Yeonjun, yang sudah menduga cepat atau lambat Karina pasti akan menanyakan hal ini, hanya bersikap tenang. Laki-laki itu tersenyum tipis sebelum menjawab.

“Gue orangnya males basa-basi, jadi gue langsung aja ya bilang ke lo. Gue suka lo, Rin. Gue mau minta izin buat ngedeketin lo dengan cara yang benar.” jawab Yeonjun tenang.

Karina dilanda trust issue, ia tidak percaya. Bukannya Kak Yeonjun suka Kak Sakura? Kenapa tiba-tiba malah nyatain perasaan ke aku?

Entah Yeonjun ini cenayang atau apa, laki-laki itu seolah mengerti apa yang ada di pikiran Karina.

“Awalnya gue memang suka Sakura. Tapi, kata kakak gue, Tuhan itu Maha Pembolak-balik hati. Gue percaya dan ngalaminnya sendiri. Sekarang, gue sukanya sama lo, Rin.” Yeonjun menatap Karina intens. “Jadi, tolong izinin gue deketin lo dengan cara yang benar, ya?”










I do hope you enjoy this chapter nonetheless~ :)

it's between you and me (end)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang