Pada awalnya ini merupakan hubungan yang tegang antara Yeonjun dan Karina. Namun, pertemuan yang terus menerus membuat perubahan untuk hubungan keduanya yang lebih intens.
Started: Jum'at, 24 November 2023
End: Jum'at, 29 Maret 2024
Rupanya hari ini Karina datang terlalu cepat. Buktinya, di dalam kelas baru ada dia sendiri yang datang. Sebenarnya Karina sengaja datang lebih awal karena dia pergi ke sekolah menggunakan sepeda berhubung Mark masih izin dan belum masuk sekolah. Jarak dari rumah Karina ke sekolah cukup jauh, itulah alasan utama mengapa dia harus berangkat lebih pagi.
Karina segera duduk di kursinya. Rutinitasnya setiap pagi adalah mengecek kolong meja untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Karina sangat menyukai kebersihan, jadi dia tidak suka jika area belajarnya kotor. Namun, gerakannya terhenti. Tunggu, kok ada buku? Perasaan Karina, ia tidak pernah menyimpan buku di dalam kolong meja.
Karina pun mengambil buku tersebut. Ternyata, ada sebuah sticky note yang menempel di bagian sampul atasnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karina tercengang. Serius? Ini beneran? Orang gengsi tinggi kayak Yeonjun bisa ngucapin kata maaf? Terus, kalau buku ini udah ada di dalam kolong mejanya, berarti cowok itu udah dateng ke sekolah lebih dulu dari pada dirinya, kan? Ternyata ada yang jauh lebih pagi dari pada dirinya, ck.
•••
“Halo, Kak Yeonjun.” sapa Giselle ramah sambil menduduki kursi kosong di samping meja geng Yeonjun, diikuti oleh Winter dan Ningning di belakangnya.
Yeonjun dan gengnya yang awalnya sedang asik bercanda segera melempar senyum ke arah adik-adik kelas mereka ini.
Namun, Yeonjun mengernyitkan alisnya sambil mengedarkan pandangan. Kemana manusia minimalis rese itu? batinnya bertanya-tanya.
“Kayaknya ada yang kurang satu nih?” tanya Soobin yang menyadari ketidakhadiran Karina.
Jujur saja, untuk saat ini Yeonjun merasa sangat berterima kasih kepada Soobin karena telah menyuarakan isi kepalanya. Dengan begitu, Yeonjun bisa tahu alasan ketidakhadiran Karina tanpa perlu repot-repot bertanya sendiri.
“Oh, iya nih, Kak. Karina lagi nggak mau ke kantin katanya.” jawab Winter yang paham kalau Soobin sebenarnya sedang menanyakan keberadaan sahabatnya itu.
Beomgyu yang merasa aneh dengan gelagat Soobin sedari kemarin segera menyipitkan mata penuh curiga. “Perasaan kok lo dari kemaren kayak peduli banget ya sama Karina?”
Soobin hanya tersenyum simpul. “Ya... kan Mark lagi nggak ada.”
Beomgyu manggut-manggut mendengar alasan itu. Benar juga apa kata Soobin, sebagai teman mereka memang harus saling menjaga. Namun, di sudut meja yang lain, Yeonjun justru terdiam dengan pikiran yang mulai berkecamuk sendiri.