“Bin, ngapain sih kita ke sini?” tanya Yeonjun pada Soobin.
“Amnesia lo? Lo kan yang minta gue buat nemenin survey ke salah satu panti asuhan buat tugas.” jawab Soobin malas.
“Iya juga, ya. Kok gue bisa-bisanya lupa sih.” ucap Yeonjun sambil melakukan gerakan klise—menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Mainnya bareng-bareng ya, nggak boleh ribut.” ucap seseorang dari kejauhan.
Yeonjun terdiam. Lah, kayak kenal sama suaranya? batin Yeonjun.
“Baik, Kak! Kakak nggak mau main bareng kita?” tanya salah satu anak panti, menanggapi ucapan dari perempuan yang suaranya sangat familier di telinga Yeonjun itu.
Yeonjun mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari sumber suara.
Ternyata di sana, tepatnya di area taman panti, ada Karina yang sedang tersenyum manis. Ia mengusap surai anak-anak panti dengan lembut sambil berkata, “Kakak cuma mau lihat kalian main aja, nggak apa-apa kan?” Anak-anak itu pun mengangguk kompak.
Yeonjun yang baru pertama kali melihat secara langsung senyuman tulus yang terukir di wajah Karina seketika terkejut. Jantungnya mendadak berdetak sangat cepat.
“WHAT??? GUE PIKIR DIA ITU TIPE ORANG YANG NGGAK BISA SENYUM?! SOALNYA DIA NGGAK PERNAH SENYUM KE GUE!!!” teriak Yeonjun refleks.
Soobin yang berada di sampingnya tentu saja tersentak kaget.
“Lo kenapa, sih?! Gue kaget, bego!” Soobin menggeplak kepala Yeonjun dengan brutal.
Yeonjun hanya meringis kesakitan. “Itu tuh, itu si manusia minimalis, kan?” Yeonjun menunjuk ke arah Karina yang berada di taman panti, agak jauh dari tempat ia dan Soobin berdiri.
“Lah, iya. Itu mah si neng cantik.” jawab Soobin.
Terlihat di sana, anak-anak panti berlarian ke sana-kemari, saling mengejar satu sama lain. Mereka tertawa begitu bahagia dan lepas. Karina yang menyaksikannya pun ikut merasa bahagia, membuat senyum di wajahnya semakin merekah.
“Adik-adik…” panggil Karina lembut.
Anak-anak panti menghentikan aktivitas bermain mereka dan serentak menoleh ke arah Karina.
Karina tersenyum hangat. “Sini, Kakak punya sesuatu buat kalian.” Karina menggerakan tangannya, memberi isyarat agar anak-anak panti mendekat. Tanpa dikomando dua kali, anak-anak itu langsung berlarian menghampiri Karina.
“Kakak punya sesuatu buat kalian, tapi sebelumnya kalian baris yang rapi dulu, ya.” ucap Karina lembut, yang langsung disambut anggukan serentak oleh anak-anak panti.
Karina pun membagikan es krim yang sengaja ia bawa untuk mereka.
“Nah, kalian semua udah kebagian, kan?” tanya Karina memastikan.
“Sudah, Kak! Terima kasih, Kakak cantik dan baik. Enak banget es krimnya!” sahut anak-anak itu kompak, yang langsung dibalas dengan senyuman manis oleh Karina.
“Sama-sama, adik-adik pintar kesayangan Kakak. Kalau gitu, Kakak izin pulang dulu, ya. Nikmatin es krimnya dan hati-hati mainnya. Sampai jumpa!” ucap Karina seraya melambaikan tangannya.
Anak-anak panti balik melambaikan tangan dengan antusias. “Terima kasih, Kak! Hati-hati, Kakak cantik!”
Karina pun membalikan badan dan melangkah meninggalkan taman panti tersebut.
Tanpa Karina ketahui, seluruh interaksinya dengan anak-anak panti sedari tadi tidak luput dari perhatian dua laki-laki yang masih diam mematung. Ya, Yeonjun dan Soobin terus memperhatikan gerak-gerik Karina yang entah mengapa terasa sangat menghangatkan hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
it's between you and me (end)
RomancePada awalnya ini merupakan hubungan yang tegang antara Yeonjun dan Karina. Namun, pertemuan yang terus menerus membuat perubahan untuk hubungan keduanya yang lebih intens. Started: Jum'at, 24 November 2023 End: Jum'at, 29 Maret 2024
