“Rina, sini dong.” panggil Mark pada Karina yang sedang berguling-guling di karpet kamarnya.
“Kamu bisa anterin dasi ini ke Yeonjun, nggak? Besok kan hari Senin, ada upacara. Kasihan, takut dia dihukum kalau nggak pakai dasi. Kakak lagi sibuk banget nih ngerjain tugas, nggak bisa ditinggal.” ucap Mark yang masih fokus pada buku-bukunya.
“Kok aku terus sih, Kak? Kenapa nggak Kakak aja yang nganterin? Kan bisa naik motor, beres deh.” jawab Karina cemberut.
“Kan tugas ini nggak bisa Kakak tinggal, Karina sayang. Dikumpulinnya besok soalnya.” jawab Mark.
“Lagian, kenapa nggak dari jauh-jauh hari sih ngerjainnya?” kesal Karina.
“Kalau nggak deadline, tuh kurang menantang.” jawab Mark sambil cengengesan.
“Yaudah, sini dasinya, aku anterin.” Karina menyodorkan telapak tangannya sambil menghentakan kaki. “Lagian teledor banget sih. Tiap main ke rumah Kak Mark, pasti ada aja yang ketinggalan.”
Mark tertawa, lalu menaruh paper bag berisi dasi Yeonjun di atas telapak tangan Karina. “Nih, hati-hati ya naik sepedanya. Tenang aja, nanti Kakak traktir makan, sepuasnya.”
“Bisaan banget sih nyogoknya.” ucap Karina, yang dibalas tawa oleh Mark.
•••
Entah kenapa hari ini hujan deras, padahal Karina sedang di tengah perjalanan menuju rumah Yeonjun dengan sepedanya. Terpaksa, Karina menerobos hujan tersebut. Sesampainya di depan rumah Yeonjun, rambut dan bajunya sudah basah kuyup, namun Karina tidak peduli. Baginya, yang terpenting adalah segera mengantarkan dasi tersebut dan pulang.
Karina menekan bel rumah Yeonjun. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka, menampilkan laki-laki dengan celana pendek selutut dan kaos putih polos. Laki-laki itu terkejut. “Ngapain lo ke sini? Mana segala pakai hujan-hujanan lagi, kayak anak kecil aja.”
Karina mengangsurkan paper bag yang basah itu pada Yeonjun. “Ini dari Kak Mark. Dasi Kak Nujnoey ketinggalan, kan? Teledor banget sih jadi orang. Jadinya aku juga yang sial.” ucap Karina cemberut. “Aku mau langsung pulang aja.”
Yeonjun yang mendengar itu merasa bersalah. Laki-laki itu membuka jalan untuk Karina. “Masuk aja dulu, keringin badan lo, basah kuyup gitu. Nggak ada penolakan, pokoknya.” ucap Yeonjun sambil mengajak Karina masuk lebih dalam ke rumahnya.
“Lo tunggu di sini dulu.” ucap Yeonjun sambil menunjuk sofa di ruang keluarga. “Gue mau ambil handuk sama baju dulu buat lo.”
Karina pun menuruti ucapan Yeonjun, percuma juga menolak. Tak lama kemudian, Yeonjun datang dengan membawa handuk dan satu setel pakaian santai miliknya.
“Nih, sana keringin dulu badan lo di kamar mandi. Terus ganti bajunya. Nggak apa-apa, kan, kalau lo pakai baju gue? Tapi sorry ya, kalau ukurannya kegedean. Adanya itu doang sih.” ucap Yeonjun. Karina mengangguk dan melangkah ke kamar mandi yang ditunjuk Yeonjun.
Anjir, bahkan dia rela hujan-hujanan cuma buat ngasih dasi gue yang ketinggalan di rumah Mark. Ternyata bener kata Kak Taehyung, kalau itu tandanya dia suka sama gue. Musuh gue malah suka sama gue. Duh, gue harus bersikap gimana? batin Yeonjun sambil menatap punggung kecil Karina yang sedang menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Karina selesai berganti pakaian, Yeonjun memilih untuk menonton televisi. Namun, sebuah suara menginterupsi kegiatannya.
“Kak Nujnoey, udah. Nih, handuknya.” ucap Karina sambil menyodorkan handuk pada Yeonjun.
Yeonjun mematung sejenak, lalu kembali sadar. “O-ooh, udah? Gimana bajunya, pas?” tanya Yeonjun yang entah kenapa tiba-tiba merasa canggung.
“Kegedean banget sih, tapi nggak apa-apa. Makasih ya, Kak.” jawab Karina. Yeonjun membalas dengan senyum kikuk.
“Aku mau langsung pulang aja, Kak. Takut dicariin Bunda, soalnya tadi aku belum izin.” ucap Karina.
Demi gue, dia bahkan nggak izin ke bundanya. Fix, demen banget sama gue nih manusia minimalis, batin Yeonjun.
“Kalau gitu gue anter aja ya, lagian ini masih hujan.” tawar Yeonjun.
“Nggak usah, Kak. Aku sendiri aja.” jawab Karina.
“Kalau lo nggak mau gue anter ya oke, tapi lo tunggu di sini dulu bentar.” Yeonjun pergi meninggalkan Karina. Karina kebingungan, kira-kira apa yang ingin dilakukan Yeonjun?
Tak lama, Yeonjun kembali dengan jas hujan kuning di tangannya. Hujan tak kunjung reda, jadi ia merasa sedikit khawatir pada Karina. Sedikit, hanya sedikit.
Yeonjun berdiri di depan Karina, bingung harus bicara apa. Karina memandang Yeonjun dengan heran. “Nggak ada yang mau disampein lagi, kan? Kalau gitu aku pulang dulu ya, makasih Kak.”
“Hati-hati ya. Bawa ini biar nggak kehujanan.” Yeonjun memberikan jas hujan kuning yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.
Karina mencoba menolak, ia merasa tidak masalah jika harus kehujanan. “Nggak usah, aku terobos aja nggak masalah kok.”
“Bawa ini, atau gue anterin pulang?” entah kenapa, kalimat bernada ancaman itu tiba-tiba keluar dari mulut Yeonjun.
Karina yang menganggapnya serius segera menerima jas hujan kuning itu. “Makasih, Kak. Nanti jas hujan sama bajunya aku kembaliin lewat Kak Mark ya.”
“Kembaliin ke gue. Jangan ke Mark.”
KAMU SEDANG MEMBACA
it's between you and me (end)
RomancePada awalnya ini merupakan hubungan yang tegang antara Yeonjun dan Karina. Namun, pertemuan yang terus menerus membuat perubahan untuk hubungan keduanya yang lebih intens. Started: Jum'at, 24 November 2023 End: Jum'at, 29 Maret 2024
