Episode 14

18 4 7
                                        

"Beranjak dewasa segala hal rasanya jadi semakin sering bertemu dengan rasa sakit dan kecewa."


"Kamu tidak makan?" ucap Sesorang itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu tidak makan?" ucap Sesorang itu.

"Lah papah ngapain nanyain dia sih, biarin aja dia mau makan atau ngga. Ngga usah di urusin!," bukan itu bukan Suci yang menjawab melainkan Cahaya Mamah nya

Yah, benar sesorang yang menanyai Suci tadi adalah Nata papah Suci.

"kenapa sih mah? emang nya saya salah menanyai anak saya sendiri?," sahut Nata papah Suci sedikit heran dengan perkataan Cahaya istrinya.

"Ya ngga salah sih pah, tapi papah ngapain ngurusin dia anak yang ga bener," ucap Cahaya

"Dia itu cuman anak pembawa sial, bisanya nyusahin orang terus," Lanjutnya

"Iya bener bangt, lagian papah ngapain sih masih peduli sama dia," tembal Alfiyan terbuka

Tampa mereka sadari ada sesorang yang tersenyum senang melihat itu semua.

Suci yang dari tadi diam pun mulai jengan melihat adegan itu. Dia pun memilih melanjutkan langkahnya menuju dapur.

~~~


"Eh non Suci mau makan ya non? Kebetulan itu udah bibi siapin buat non Suci, tadinya mau bibi anter ke kamarnya non tapi non udah kesini duluan, yaudah sok atuh non dimakan," ucap Bibi Siti

"Iya bi, makasih ya bi udah mau peduli sama aku," sahut Suci sembari melihatkan senyumannya

"Eh non teh udah bibi anggap kaya anak kandung sendiri, jadi non teh kalau ada apa - apa curhat ke bibi ya," ucap bibi Siti sembari tersenyum

"Iya bi makasih, aku bersyukur masih ada sesorang yang perduli sama aku," ucap Suci dengan tersenyum tulus

"Iya non, non ga boleh sedih asal non tau banyak orang diluar sana yang masih perduli sama non. Contohnya neng Angel, neng Nazwa, neng Raiska, den Gavin, den galaksi dan masih banyak lagi non," ucap bibi Siti

"Non ga boleh sedih, non harus kuat tunjukin kemereka kalo non ga seburuk itu," lanjutnya

"Iya bibi bener, masih banyak diluar sana yang peduli sama aku," ujar Suci

"Nah betul non, non harus semangat, yaudah teh non itu makananya dimakan nanti malah dingin di diemin terus" Tembal Bibi Siti

"Eh iya bi, soalnya keasikan ngobrol jadi lupa mau makan, yaudah aku makan dulu ya bi. Bibi udah makan belum?," tanya Suci

"Udah non, yaudah bibi tinggal dulu ya non masih ada kerjaan soalnya," pamit bibi Siti

"Iya bi," jawab Suci sembari memulai memakan makananya.

~~~

Saat ini Suci sudah berada dikamarnya, setelah selesai makan dan menyuci piring Suci langsung bergegas pergi kekamarnya.

Holy life (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang