Episode 21

57 3 0
                                        


"tidak ada proses yang mudah untuk tujuan yang indah."

Setelah melaksanakan kbm sekolah dengan baik, saat ini waktu yang di tunggu tunggu pun sudah tiba dimana bel pulang berbunyi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah melaksanakan kbm sekolah dengan baik, saat ini waktu yang di tunggu tunggu pun sudah tiba dimana bel pulang berbunyi

Mereka semua pun berbondong bondong keluar dari kelas dan berhempit hempitan untuk menuju gerbang sekolah

Yang tak lain dengan Suci yang sedang berjalan keluar dari kelasnya bersama Angel. Mereka berjalan berdua menuju parkiran.

"Lo ngga mau pulang bareng gue aja ci?," tanya Angel menawarkan tumpangan.

"Ngga usah Ngel," jawab Suci

"Beneran?," tanya Angel

"Iya Ngel," jawab Suci

"Yaudah gue duluan ya," pamit Angel, lalu gadis itu pergi menuju kendaraannya.

Sedangkan Suci berjalan keluar sekolahan, menuju hatel.

Sudah 30 menit Suci menunggu sopirnya namun tak kunjung datang.

Brumm brummm

Suci melihat ada sebuah motor sport berhenti didepan nya.

"Belum pulang?," tanya pria itu dengan suara dingin, ketika sudah membuka kaca helemnya yang hanya memperlihatkan bola matanya saja.

Suci mengernyit, siapa dia? Pikir gadis itu, tapi ketika mendengar suaranya dia merasa tidak asing,

Pria itu yang melihat tak ada jawaban dari gadis itu pun turun dari motornya dan membuka helemnya, dan memperlihatkan wajah tampannya.

"Kenapa belum pulang?," tanya pria itu lagi yang tak lain adalah  Alvarenza.

"Belum dijemput," jawab Suci

"Pulang bareng gue," ucap Alvarenza

"Ngga usah gue ud-," belum selesai Suci berbicara sudah langsung dipotong oleh pria itu.

"Ngga ada penolakan," ucap pria itu sembari berjalan menuju Motornya, dan menaiki nya.

"Naik," ucap Alvarenza kepada Suci. Karena tak ada pergerakan dari gadis itu, dia pun turun dan menggendong gadis itu layaknya karung beras.

"Al apa apaan sih, turunin gue ngga!,"teriak Suci kesal.

Namun sayang Alvarenza tak mau mendengar kan teriakan Suci, pria itu langsung menaikan Suci keatas motornya.

Lalu pria itu menatap Suci sejenak, dia melepaskan jaket kulitnya dan mengikatkan kepinggang Suci untuk menutupi kedua paha Suci yang terlihat. Setelah selesai pria itu menaiki motor dan memakai helemnya.

"Pegangan," ucap Alvarenza

Suci pun menurut dia memegang baju pria itu.

"Ck," decakan Alvarenza, lalu dia menarik kedua tangan Suci untuk melingkarkan dipinggang nya.

Holy life (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang