Episode 22

42 2 0
                                        

"Aku manusia bukan boneka,
Aku juga bisa merasakan lelah
seperti manusia lainnya."

"Gimana keadaan lo Gal?," tanya Alvarenza dingin kepada sesorang itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gimana keadaan lo Gal?," tanya Alvarenza dingin kepada sesorang itu.

"Baik, untungnya ada lo," jawab sesorang itu sembari berdiri dari duduknya.

Sedangkan Suci yang berada didalam mobil tidak bisa melihat sesorang yang telah Alvarenza tolong, karena tertutup punggung pria itu.

"Siapa sih orang itu? Apa temenya Al?,"ucap Suci, sembari menatap keluar kaca mobil mengamati sesorang yang Alvarenza hampiri.

"Tapi gue lihat tadi postur tubuhnya bukan kaya Gavin ddk semuanya ngga ada yang punya postur tubuh kaya gitu, siapa sih dia?," Suci penasaran, dia ingin keluar dari mobil tapi tadi dilarang oleh Alvarenza. Mau tidak mau dia harus menunggu didalam mobil karena dia takut Alvarenza marah kepadanya.

Kembali ke Alvarenza

"Dia lagi?,"

"Iya Al, kayanya ngga ada kapok kapoknya Dia  buat ulah terus," jawab sesorang itu.

"Lo mau apain dia Al?,"lanjutnya sesorang itu.

"Tunggu tanggal mainnya,"jawab Alvarenza dingin sembari tersenyum miring.

Sesorang itu yang melihat senyum itu pun bergidik ngeri.

"Lo kapan ke marks lagi? anak anak udah pada nyariin," tanya sesorang itu.

"Besok,"  jawab Alvarenza dingin.

"Yaudah gue duluan Al udah ditungguin soalnya sama anak anak," ucap sesorang itu sembari berjalan kearah motornya.

"titip salam buat mereka," ucap Alvarenza kepada sesorang itu yang sudah menaiki motornya.

"Iya, thanks ya Al udah nolongin gue,"ucap sesorang itu.

"Iya sans," jawab Alvarenza.

"Gue duluan," ucap sesorang itu lalu menjalankan motornya dan berlalu pergi meninggalkan Alvarenza.

Alvarenza sejenak memandang kepergian motor itu lalu dia tersadar bahwa dia meninggalkan gadisnya yang berada didalam mobil. tanpa menunggu terlalu lama lagi dia berjalan menghampiri mobilnya dan membukak pintu mobil lalu memasukinya.

"Sorry lama," ucap Alvarenza sembari memandan wajah gadisnya itu.

"Lo ngga papa kan?," tanya Suci menatap khwatir pria disampingnya.

Holy life (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang