~Suci Rahmadani~
15 tahun bukan waktu yang mudah untuk seorang gadis bernama SUCI RAHMADANI bertahan hidup dengan siksaan dan Caci makian dari keluarganya
"Mah cici juga kepengin disayang "
~Suci Rahmadani~
"Mah cici kapan...
"Seperti ini ternyata rasanya tidak diharapkan hadir didunia oleh keluarga."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekarang Raiska dan Angel sedang berada di teras rumah Angel.
Suci sedang tidur di kamar tamu dan abang nya angel sudah mengetahuinya karena di beritahu oleh Angel.
"Suci kenapa Kak?," tanya Angel khwatir
Dari tadi Angel ingin bertanya tapi dia tahan karena situasi tadi tidak bersahabat dia bertanya.
"Gue ngga kuat buat njelasinnya," ucap Raiska lirih.
"Kenapa kak? Dia ada masalah? Dia juga tadi izin ngga berangkat sekolah, sebenarnya ada apa?," tanya Angel dengan perasaan khwatir
Raiska mulai menceritakan tentang keadaan Suci saat ini, setelah bercerita Angel mengepalkan tangannya erat dengan kedua mata yang memanas,
Bener benar keluarga kejam, selain melakukan kekerasan fisik mereka juga membuat mental down, dia tak habis pikir dengan keluarga Suci yang tega berprilaku seperti itu kepada Suci, dia kira selama ini Suci berada dikluarga yang baik baik saja, ternyata dugaan nya selama ini salah.
"Bukan hampir lagi tapi setiap hari dia selalu dapat rasa sakit itu entah fisik mau pun mental," ucap Raiska.
Angel mengalihkan pandangannya, dia benci telah membayangkan bagaimana tersiksa nya Suci.
"Gue pengin bawa Suci pergi dari keluarga biadap itu," ucap Angel.
"Suci belum tentu mau, Ngel, dia malah bisa aja marah sama lo," peringat Raiska
"Terus? Gue harus liat dia sedih terus dan tau dia tersiksa setiap hari? Gue ngga bisa ngeliat dia kaya gitu terus kak," ucap Angel
"Gue juga ngga pengen ngeliat dia diperlakukan ngga adil oleh keluarganya, bahkan gue pernah ngeliat dia banyak luka di tubuhnya sama memar kaya habis dipukuin, saat itu gue pengin banget bawa dia pergi dari keluarga nya, tapi apa kita ngga bisa berbuat apa apa," ucap Raiska dengan perasaan sesak ketika mengetahui sahabatnya di perlakukan tidak adil oleh keluarga nya.
" hahah..lucu banget ya, disaat orang tua lainnya pengin anaknya ngerasaiin kebahagian dan pengin anaknya selalu tersenyum. Tapi kenapa orang tua Suci berbeda seakan akan ingin anaknya tersiksa terus,"
"Dan disaat orang tua menggantikan sedih anaknya menjadi bahagia, tapi kenapa saat Suci sedang bahagia namun dibuat sedih? Segitu benci nya kah dunia?"
Raiska menatap Angel yang sudah emosi saat ini, Raiska menepuk pundak Angel beberapa kali.
"Cukup kita selalu ada buat Suci itu pasti udah buat dia sedikit lebih baik," ucap Raiska
Angel menghela nafas, keheningan menghampiri mereka yang sudah sibuk dengan pikiran masing masing.