(3) "SELEBRASI F DAN GOL BUAT LO"

10 1 0
                                    

keesokan harinya, aku dan teman-temanku sedang melaksanakan upacara pembukaan classmeet di halaman sekolah. suatu hal yang tidak disukai oleh murid-murid adalah upacara pagi, disuruh berdiri dalam waktu yang lumayan lama ditambah pesan dari pembina yang juga tak kalah lama, dan cuaca yang cukup panas.

aku berbaris diantara Dizza dan Alsya. masih ingat Alsya? dia juga mengikuti lomba futsal PI di kelas ku. saat ini pembina sedang menyampaikan pesan yang sangat amat panjang.

"ini lama banget sih" Dizza mengeluh sembari menutupi wajahnya agar terhindar dari sinar matahari dengan tangannya.

"iya, keburu gue gosong" ucapku.

"ngeluh mulu, bentar lagi juga palingan selesai" ucap Alsya.

barisan di kelasku, bagian depan laki-laki dan belakang perempuan. saat aku berbincang-bincang dengan bisik-bisik bersama Dizza dan Alsya, tanpa aku sadari sedari tadi Dernan memperhatikan ku.

"fay, lo diliatin Dernan tuh" ucap Alsya memberitahu, lalu aku menoleh menatap ke arah Dernan yang sedang menghadap ke belakang tepatnya menatap ku. kedua mataku dan Dernan saling bertubrukan, kita saling bertukar senyum.

"gini nih kalau lagi kasmaran" sindir Dizza.

"yaelah za, urus sana cowok-cowok lo" ucapan dari Alsya membuat Dizza berdecak pelan.

tiba-tiba Dernan melangkah ke belakang, ternyata dia ingin bertukar tempat dengan Fila yang memang saat itu, dia baris di depanku. masih ingat Fila? laki-laki dikelasku yang mengikuti lomba ML.

"tuker tempat buruan" suruh Dernan. Fila tidak menolak, dia langsung melangkah ke tempat Dernan sebelumnya. Dernan pun langsung memposisikan dirinya. tindakan kecil dari Dernan itu mampu membuatku tersenyum.

"dih saltingan" ejek Dizza padaku, saat melihatku tersenyum tidak jelas.

"halah kayak lo gak aja" balasku.

"udah diem" suruh Alsya.

setelah penantian yang cukup lama yaitu upacara selesai, akhirnya yang dinanti pun tiba. semua murid-murid mulai membubarkan diri dari area halaman, dan beralih menuju ke kelas masing-masing. begitu pula aku dan teman-temanku. aku mulai berjalan tanpa mempedulikan hal yang ada disekitarku, tanpa ku sadari ternyata Dernan berjalan di sebelahku. ya, kita jalan beriringan. aku sadar jika Dernan ada disebelahku namun aku berpura-pura tidak tau dan memilih untuk menetralkan senyumku yang sedari tadi kutahan.

"fay" panggil Dernan membuatku menoleh.

"lo gak sadar gue ada disamping lu?" tanya Dernan.

"sadar" jawabku.

"kirain gak sadar" ucap Dernan.

ucapan dari Dernan mampu mengakhiri percakapan kami. saat sesampainya di kelas, aku pun menghampiri teman-temanku yang lain. Dernan masih mengikuti ku di belakang.

"eh fay, kita main yang pertama PI. mainnya habis PA pertama" ucap Dizza memberitahuku.

"serius?" tanyaku.

"iya. aduh gue belum siap" ucap Alsya.

"udah gakpapa, asal serius dan jangan main-main" ucap Deana. salah satu teman kelasku, dia juga mengikuti lomba futsal PI.

"nanti gak usah terlalu memperebutkan buat menang, jangan terlalu ambis dan semangat, nanti malah ujung-ujungnya jatuh" ucap Dernan padaku.

"kan lomba tujuan nya ngerebut kemenangan der, gimana sih lu?" tanyaku. bukankah benar? suatu perlombaan itu sudah pasti tujuannya memperebutkan kemenangan.

"kemenangan itu pasti butuh keseriusan. disini posisinya kalian itu baru pemula, kalian belum tau cara paling baik mainnya dan ujung-ujungnya pasti kalian terluka" jawab Dernan. "apalagi kalau menang, hadiahnya juga gak seberapa, ini cuma hiburan sekedar buat seneng-seneng aja" tambah Dernan.

EGOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang