hari sudah pagi, matahari tampak mulai menyinari bumi. hari ini adalah hari libur panjang setelah ujian semester 1 kemarin. 2 minggu aku akan mengistirahatkan badanku ini, dan waktunya bermalas-malasan.
tampak saat ini pukul 7 pagi, aku terbangun dari tidurku lalu mencuci muka dan sedikit membereskan kamarku lalu turun ke lantai bawah tadi aku juga menyempatkan diri untuk memberikan pesan pada Dernan. ku lihat dia terakhir aktif pada pukul 12 malam.
Fayna Margaretha
ayy
ay ayy
blum bangun?Dernan itu tipikal orang yang suka begadang hingga malam, dulu dia pernah memberikan pesan padaku saat dini hari sekitar pukul 1. karena dia sering sekali begadang, itu membuat Dernan juga sering bangun kesiangan.
aku pun mulai melangkah keluar dari kamar untuk mencari mamah dan papah di lantai bawah. kamarku memang berada di lantai dua, tak cuma kamarku, ada juga kamar papah dan mamah. sementara ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi ada dilantai satu.
aku menyusuri lantai pertama untuk mencari keberadaan papah ataupun mamah, biasanya dijam 7 pagi ini, mereka pasti sudah terbangun dan sedang melakukan aktivitas rutin mereka. tapi kenapa tidak ada yang terlihat, kemana mereka?
aku kemudian beralih pada kamar mereka, mungkin saja mereka belum terbangun. dan benar saja, saat ku coba membuka knop pintu, pintu masih terkunci rapat.
"PAPAH MAMAH!!" panggilku dengan sedikit teriak sembari ku ketuk pintu itu berkali-kali. tidak ada sahutan.
"PAPAH MAMAH UDAH PAGI!!" teriakku.
"ih kemana sih mereka" gerutuku kesal.
"loh, fay udah bangun?" tanya mamah dari lantai bawah saat melihatku berdiri didepan pintu kamarnya.
"udah. aku kira mamah masih tidur, oh iya papah kemana mah?" tanyaku pada mamah yang mungkin hendak memasak.
"masih tidur kayaknya" jawab mamah.
"tapi pintu kamar nya kok dikunci?" tanyaku sembari menuruni anak tangga dengan tujuan menghampiri mamah.
"mungkin papah gak mau diganggu, biasa lah papah kamu emang gitu" jawab mamah.
"ada kunci cadangan kan mah?"
"ada tuh dideket kulkas"
lalu aku mulai mencari keberadaan kunci cadangannya, dan benar saja, disana banyak sekali terdapat kunci cadangan yang memang sengaja ditata rapi di sebuah cantolan. ada kunci cadangan motor, mobil, rumah, dan ruangan di seluruh rumah ini. aku pun mencari kunci cadangan untuk kamar mamah dan papah. ketemu. kemudian aku melangkah menuju ke kamar papah untuk membuka pintu.
disana terlihat papah yang masih menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"PAPAH BANGUN!!" teriakku. aku memang seperti itu jika dirumah, teriak-teriak tidak jelas dan terkadang terbesit ide jail seperti saat ini. aku tiba-tiba mendapatkan sebuah ide. aku mengambil remot AC yang ada di meja kamar, lalu menurunkan suhunya hingga 10°C. dingin sekali.
"PAPAH MUSIM SALJU!!" teriakku membuat papah terbangun sembari mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
"di Indonesia emang ada salju?" tanya papah sembari menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. terlihat disana papah kedinginan karena papah hanya menggunakan baju se lengan.
"ada pah, baru hari ini munculnya. ini momen langka sih pah, papah harus liat" ucapku meyakinkan papah sembari melihat kearah jendela agar papah semakin percaya. dengan segala rasa penasarannya papah, dia pun segera mengambil jaket tebal yang ada di sana dan mengenakannya. kemudian ia melangkah mendekatiku dan melihat ke arah jendela.

KAMU SEDANG MEMBACA
EGO
Short Storyapakah kalian akan bertahan jika kalian menjadi aku? mempunyai lelaki yang manis diawal pahit diakhir. lelaki yang penuh dengan emosi, suasana hati yang gampang berubah, EGO yang begitu besar, gengsi, dan tidak mau mengalah. wanita mana yang sanggup...