Big Baby JungSorry baru bisa upp baru mendingan, makasih yg kemarin udh doa dan ngasih semangat ^^
JANGAN LUPA (VOTE!)
Kalo ga gatau, lihat pojok bawah sebelah kiri ada BINTANG nah pencet! Itu namanya VOTE dan ngehargai autor.
Selamat mambaca!!!
—
Hari sudah sore, Johnny dan Ten sudah pulang. Hanya tersisa dua remaja sekarang,
Pria alis camar itu tak henti-hentinya mengintili beruang manisnya kemana pun dia pergi dengan tangan yang memegang Ndotnya yang di emut di mulut miliknya,
Haechan — ia membereskan dapurnya sendiri, setelah selesai Haechan melangkah ke anak tangga untuk naik ke lantai dua membereskan kekacauan di kamar mereka yang sempat di kacau kan oleh Mark semalam,
Mark masih tak henti-hentinya mengintili Haechan, padahal pria manisnya bilang jika Mark duduk saja tak perlu terus mengokorinya kesana kemari.
Namun apa boleh buat, Mark tetap lah Mark. Ia keras kepala dan tak suka di bantah jika menyangkut Haechan, bucin memang.
Haechan telah menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia duduk di tepi ranjang dan merebahkan tubuhnya di ranjang dengan mata terpejam,
Mark yang melihat itu buru-buru melepas sendal rumahnya. Ia naik ke kasur dan menindih Haechan,
Pria manis yang tampak sedang merilex kan badannya itu kaget saat benda berat menimpa badannya,
"Mark berat," rintih Haechan.
Mark yang mendengar langsung turun sedikit tubuhnya dari Haechan. Jadi hanya setengah badan yang menindih Haechan dengan kaki yang melingkar di kedua kaki Haechan,
Haechan hanya diam setelahnya ia tak mau mempusingkan diri sendiri lebih baik lanjut mengistirahat kan badannya sebentar karna lelah,
Mark mendongak dan mengejapkan mata nya polos, ia melepaskan Ndot dari mulutnya, bibir tipis nya terbuka untuk mengeluarkan suara,
"Echan, nen," jari telunjuknya menunjuk ke arah dada Haechan yang tertutup kaos, dirinya bermaksud menanyakan apakah nipple Haechan sudah sembuh atau belum,
"chan, nen~" rengeknya saat tak mendapati sahutan dari Haechan,
Mata pria manis itu terbuka. Melihat ke arah bawah dadanya yang dimana ia bertatap tatapan dengan wajah memelas Mark,
"kau dari tadi menyusu di Ndot. Apa tidak kembung perut dan tidak pegel mulut mu hm?" tanya Haechan
Mark menggeleng, "nen. Sudah sembuh?" tanyanya sambil menunjuk dada Haechan dengan wajah polosnya,
"sedikit, sabar yah," jawab Haechan jujur. Tangannya mengelus rambut Mark sayang.
Bibir Mark cemberut, "nen sangat lama sembuhnya. Apa nen Chan tidak mau Melk mut yah," lirihnya dengan mata yang sudah memerah.

KAMU SEDANG MEMBACA
BIG BABY JUNG
Teen FictionWAJIB FOLLOW SEBELUM BACA !!! ⚠ bagaimana jadinya kalo pria mungil yang impiannya ingin mempunyai pacar yang memanjakan dirinya seperti Johnny-Ayahnya yang memanjakan anaknya-Haechan malah harus menerima takdir yang malah sebaliknya ? - Dilaran...