*HAPPY READING*
"Sejak kapan Mama di situ?" Tanyanya kaget setelah melihat Rayna yang telah berdiri di depan pintu sambil menyilangkan tangan di dadanya.
"Malah nanya balik. Nggak mau masuk? Mau kemah di luar?"
"Iya iya aku masuk, sensian amat sih," Gumam laki-laki itu dengan pelan namun masih terdengar oleh Rayna
"Ngomong apa kamu tadi?" tatapnya sinis.
"N-nggak ada, cuman Mama hari ini cantik," Goda Acturas karena tersadar ucapannya terdengar oleh Mamanya sendiri.
"Mama emang cantik. Nggak kayak kamu."
"EEEH aku emang nggak cantik Ma, tapi ganteng." Balasnya tidak terima.
"Iya Mama tau, ayo masuk."
Ajak Mamanya menyuruh Acturas masuk guna menghindari perdebatan. Ia langsung mengambil tasnya yang berada di atas meja kemudian berjalan menuju ke dalam rumah. Namun, ketika Acturas hendak melangkah masuk, ia dihentikan oleh Mamanya karena tidak sengaja melihat seragam Acturas yang terdapat bercak darah di bagian bawahnya. Hal ini tentu membuat mata Rayna merah padam.
"Eeeh ini kenapa ini? darah? Kamu berantem lagi ya?" Tanya Rayna memeriksa seragam Acturas.
"Enggak ma, aku nggak berantem, ini cuman ..." Yap, terpotong. Karena Rayna lebih dulu menarik telinga kanan Acturas dengan kesal.
"Emang dasar ya kamu itu nggak habis-habisnya berantem. Bukannya belajar, kamu malah lakuin hal yang nggak guna kayak gini, kamu mau ninggalin Mama ras? " Omel Rayna yang diiringi dengan suara rintihan anaknya.
"Aww sakit ma. Dengerin dulu, tadi itu cuman ... "
"Cuman apa? Berantem? Kamu mau Mama kena serangan jantung kalau kamu masuk rumah sakit hah?"
"E-enggak Ma bukan gitu."
"Lalu apa?"
Ya, pertengkaran kecil terjadi di kediaman Acturas. Mungkin Rayna alias Mama Acturas belum tahu apa yang terjadi sama anaknya. Hingga sang penyelamat dari entah berantah datang dengan style yang seperti biasa, yaitu seorang laki-laki dengan motor ninjanya dengan balutan kain bewarna coklat serta celana panjang hitam yang telah terparkir di garasi rumah Acturas. Karena melihat bestinya yang terlihat seperti kena musibah. Ia langsung bergegas menghampiri Acturas dan mamanya untuk memberitahu apa yang sebenarnya.
"Eh Tan, ini ngapain? Kenapa telinga Acturas di tarik?" Tanya Hanif panik. Ya pastilah Hanif.
"Ini si Acturas, kerjaannya berantem terus," Jelas Rayna dengan tangan masih memegang telinga Acturas.
"Kayaknya tante salah paham de."
"Salah paham gimana? Tu, liat tu seragam Acturas ada bercak darahnya. Ya pasti dia berantemlah." Tunjuk Rayna
"Tante tenang dulu. Tadi itu, Acturas ngobatin tangan cewek yang lagi luka di UKS. Mungkin darahnya banyak keluar, jadi kena seragamnya deh." Jelas Hanif memberitahu apa yang dilihatnya siang tadi saat jam istirahat berlangsung.
"Beneran? Nggak bohongkan?"
"Enggak Tante."
Penjelasan Hanif membuat Rayna seketika terdiam, ia melihat Acturas dengan rasa bersalah. Dengan cepatlah ia menarik kembali tangannya yang berada di telinga kanan Acturas dan meminta maaf karena telah salah paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Acturas
Novela JuvenilSetelah membaca isi surat yang ditemukan dalam saku jaket Acturas, membuat laki-laki tersebut bertanya-tanya siapa orang yang menulis dan menyelamatkannya pada malam itu. Acturas Davient Fadeyka seorang siswa dari sekolah SMA Aksara Bangsa...
