Dua hari setelah kejadian di taman, Hinata semakin giat berlatih. Teriknya matahari tak lagi ia hiraukan. Yang ada di pikirannya hanya satu: Aku harus menjadi kuat. Ia ingin tatapan orang lain padanya berubah — bukan lagi penuh kasihan, tapi kebanggaan.
Cahaya matahari mulai meredup, terhalang pepohonan yang berdiri tegak di sekitar area latihan. Hinata pun menghentikan latihannya. Kelelahan mulai terasa, namun hatinya belum siap pulang. Langkahnya membawanya ke sebuah tempat yang selama ini menjadi pelarian rahasianya — wilayah lama klan Uchiha.
Tempat itu terkenal di Konoha sebagai lokasi terkutuk, saksi sejarah kelam pembantaian klan Uchiha oleh Uchiha Itachi. Sebagian warga bahkan menyebutnya berhantu. Namun, bagi Hinata, di sinilah ia bisa bernapas lega tanpa diganggu siapa pun. Ketenangan yang bahkan tak ia temukan di permukiman Hyuga.
Ia duduk di tepi sungai yang airnya jernih berkilauan. Sungai ini dulunya menjadi bagian dari wilayah pribadi klan Uchiha. Hinata menatap pantulan wajahnya di permukaan air — senyum samar dengan semburat luka. Perlahan ia menjulurkan kakinya, menggoyangkannya di air hingga riak kecil memecah ketenangan sungai.
Ah… segar sekali.
---
Hinata — POV
Airnya sejuk, membuatku ingin langsung menyelam. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh. Tanpa berpikir panjang, aku melepas pakaian misi yang biasa kupakai, lalu melompat ke dalam sungai.
Ini bukan pertama kalinya aku mandi di sini. Aku menyukai tempat ini. Tidak ada yang berani mendekat — bukan hanya karena sejarah pembantaian, tapi juga karena rumor angker yang beredar. Siapa pun yang datang ke sini pasti dianggap gila.
Aku tidak peduli siapa yang memulai rumor itu, tapi aku justru terbantu karenanya. Setidaknya di sini aku bebas.
Takut? Tidak. Dua tahun terakhir, aku sudah sering datang ke sini. Setiap kali mandi di sini, rasanya bebanku sedikit berkurang. Ya, mungkin aku seperti pencuri yang masuk ke wilayah seorang Uchiha… tapi kupikir, penghuni tak kasat mata di sini sudah kuajak “berdamai”.
Entah berapa lama aku berendam. Tubuhku mulai menggigil, dan langit sudah berwarna jingga. Aku buru-buru keluar, mengenakan kembali pakaianku, lalu bersiap pulang.
---
Dua Jam Sebelumnya — Sasuke
Perlahan, mataku terbuka. Aku terbangun dari tidur di atas cabang pohon tinggi — kebiasaanku selama perjalanan. Melihat matahari yang mulai condong, aku menghela napas.
“Kembali, huh…”
Tanpa ragu, aku mengaktifkan teknik teleportasi dan kembali ke Konoha.
Begitu sampai, langkahku menyusuri bangunan-bangunan sunyi yang pernah menjadi rumahku. Semua ini… selalu mengingatkanku pada luka yang tak pernah sembuh.
Namun, langkahku terhenti. Ada cakra lain di sini — familiar. Aku berjalan mengikuti sumbernya.
Hingga… aku melihatnya.
Seorang… Hyuga?
---
Tubuhku membeku. Di depanku, seorang gadis sedang berendam di sungai. Punggungnya terbuka jelas. Mataku secara refleks membesar, tenggorokanku kering.
Aku segera berjongkok di balik rerumputan, mencoba menenangkan pikiran. Tapi mataku… tetap saja melirik ke arah gadis itu.
Sial… gadis Hyuga? Berani-beraninya masuk wilayah ini… dan mandi di sini?
Tanganku mengacak rambut. Ingin sekali aku mengusirnya, atau setidaknya memarahi dia. Tapi… anehnya, tubuhku tidak bergerak. Ada sesuatu yang menahan langkahku.
Kenapa… reaksi ini…
Aku mencoba menepis pikiran itu. Pengalaman seperti ini… bukan hal baru bagiku. Tapi entah kenapa, kali ini terasa berbeda. Mungkin karena aku jarang, bahkan hampir tidak pernah, memikirkan hal-hal seperti ini. Hidupku hanya diisi pertarungan dan dendam.
Satu jam berlalu, aku masih di situ. Egoku mengatakan aku harus pergi… tapi suara ciprakan air dari sungai kembali memancing pikiranku.
Aku menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis penuh ironi.
'Baiklah, Hyuga. Saat kita bertemu lagi… aku akan membuatmu menyesal sudah mengusik wilayahku.'
Dengan itu, aku menghilang sebelum keberadaanku diketahui.
#Poorsasuke:')
Revisi✅
Untuk saat ini aku akan mempublikasikan apa adanya, mungkin untuk beberapa bulan kedepan akan di revisi, nikmati aja dulu, maklum kalau gaje
SasuHina
4/2✔️
12 April 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Locked
Romance(SASUHINA) Pikiran Sasuke kembali berkelana, desa yang mengingatkannya akan tragedi itu, desa yang sangat bearti bagi aniki nya melebihi klan mereka, desa yang membuat Sasuke merasakan yang namanya dendam, benci, sesak, dan Cinta? SEMUA KARAKTER...
