Hari Graduation udah lewat, jadi gue memutuskan untuk tinggal dirumah yang sepi menghabiskan waktu luang. Kak Martha tampaknya sedang pergi keluar menemui kerabatnya dikota lain, sementara kak Gaston pergi kekantor dengan Om Darren.
Gue memutar kenop pintu masuk kedalam sebuah perpustakaan yang berada didalam Mansion. Selain ada perpustakaan, Mansion Darren juga memiliki GYM dan Bar sendiri. Sangat hebat bukan?
Pupil mata gue langsung menangkap beberapa buku novel di rak yang berada didekat meja kerja. Ini bukan ruang kerja Om Darren tapi meja ini mungkin dipakai saat akan membaca saja. Makanya Gue duduk disana sambil meletakan beberapa buku yang akan gue baca.
Ting!
Itu adalah suara notifikasi dari ponsel gue. Gue meraih ponsel yang berada di samping tumpukan buku di atas meja lalu melihat siapa yang mengirim pesan.
Om Darren
Mau saya jemput atau kamu berangkat bersama Dean?
Kening gue berkerut. Tadi pagi sekertaris Dean memberikan gue sebuah surat undangan pesta perusahaan. Karena gue masih SMA gue gak terlalu paham yang kayak gitu-gitu, tapi yah pesta perusahaan lah. Dan Darren juga beberapa Ceo dari perusahaan lain pasti hadir. Makanya Darren menyuruh gue hadir sebagai istri sah dia didepan publik dan bukan hanya didepan sahabatnya, Gaston.
Sejujurnya gue sih gak masalah akan hal itu. Satu yang gue takutkan adalah papah gue akan tahu dari mulut ke mulut, walau papah bukan seorang pengusaha besar. Tapi dia juga pernah beberapa kali diundang ke pesta perusahaan seperti ini.
Tapi kata om Darren, dia sudah menjamin kalau papah gue gak akan ada didalam acara nanti. Yah mungkin karena papah juga masih sibuk dinas diluar kota kan. Dan gue setuju.
Gue melirik jam karena merasa aneh Darren mengirim pesan seperti itu, acaranya kan dimulai jam delapan malam.
Astaga! Kedua bola mata gue membola. Gue lupa waktu karena tadi bu Marissa nawarin gue spa di rumah. Dan gue gak tahu kalau sekarang udah hampir jam enam sore.
Mana gue tahu harus pake gaun apa diwaktu mepet kayak gini. Tapi sebelum itu sebaiknya gue bales chat om Darren dulu, untuk sekedar ngabarin, memberikan dia kepastian.
Me
Kalau saya minta jemput sama om, emngnya om gak sibuk?
Darren belum membalas. Mungkin sibuk.
'Ting!'
Gue kembali menatap ponsel mendengar suara notifikasi. Tapi bukan dari om Darren, tapi dari kak Martha.
Kak Martha
Sa, kamu udah siap? Mau bareng sama aku gak?
Aku otw kerumah nih
Me
Kak Martha mau pulang dulu?
Kak Martha
Iya, soalnya mau ganti baju
Me
Mmm aku belum apa-apa kak, hehe..
Aku bingung mau pake baju apa
Kak Martha
Emang nggak ada yang bantu kamu?
Yaudah aku cepetan deh. Nanti aku bantu cariin gaun ya, kamu jngn kemana-mana
Make-up dulu aja yg cantik. Okeyy
Me
Iyaa kak
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai Om! Husband?!
Romance[END] "Jodoh gue itu sugar daddy. Om-om kaya berduit, gak ada modelan beban keluarga kayak gitu.." "Elehh.. emang ada om-om yang mau sama lo?" "Eh jangan salah. Gue cantik lhoo.." *** Khansa Jovanka, gadis yang duduk dikelas 12 SMA. Sang papah mende...
