12. Tiara Dan Gaun

19.7K 794 31
                                        

"HUUUU HAAAAA! SMA LASKAR IS NUMBER ONE!!" teriak seluruh murid dilapangan. Suara balon tepuk, terompet dan berisik anak-anak remaja berbincang menguap di langit-langit sekolah.

Hari ini adalah pentas seni SMA LASKAR, seluruh murid sudah berbondong-bondong datang kelapangan dimana acara utama digelar. Sebuah panggung dipasang ditengah dan beberapa tenda stand bazar untuk murid-murid yang menjual sebuah jajanan. Lapangan penuh tapi tidak terlalu padat karena orang-orang lebih memilih duduk di tribun ketimbang uring-uringan di lapangan tidak jelas.

Rabea berjalan didepan tribun menuju panggung mengunakan seragam olahraga sambil membawa naskah drama yang digulung. Hari ini cuaca sangat mendukung, matahari bersinar tapi tidak terlalu panas juga karena sesekali ditutup awan.

"Woi, Rabea!" panggil beberapa cewek yang duduk di tribun.

Siempunya menoleh mendengar namanya dipanggil. Ia mengangkat dagu nya melihat teman-temannya dari kelas lain.

"Mau kemana lo? Disini duduk dulu dong," ajak salah satu cewek menepuk kursi disampingnya. Namanya Kevi.

Rabea tersenyum, menggenggam ujung topinya. "Lain kali ya, kelas gue bentar lagi tampi nih. Nanti gue dateng sama Khansa!"

"Okeh siap. Btw gue denger-denger si Khansa jadi Cinderella? Bener tuh?"

Rabea terkekeh geli, "Yaa.. lo liat aja lah nanti sendiri. Eh, gue agak sibuk nih, duluan ya!" Gadis itu pamit, mengangkat tangan.

"Oi, iya iyaaa!"

Gadis itu kembali melangkah ke tujuan awalnya, sampai dibelakang panggung ia melihat teman-teman kelasnya yang sedang menyiapkan berbagai hal untuk tampilan mereka selanjutnya. Ada yang menyiapkan properti, ada yang membantu tokoh mengenakan kostum, ada yang menjadi tukang make up, dan banyak lain.

"Darimana aja lo?" tanya sang ketua kelas menatap Rabea yang baru datang.

Gadis itu mengibas-ngibaskan kerah kaos. "Gue tadi nyariin si Aaron anjir. Ini kita tampil bentar lagi kok dia malah ilang."

"Anjing, kemana si tuh cowok?" umpat Ketua kelas menatap ke sekitar tenda ganti. Melirik kearah teman-teman Aaron yang sedang mengenakan kostum pohon dengan dibantu beberapa cewek.

"Eh, bestie lo kemana, si pangeran?!" Seru Ketua kelas bertanya membuat cowok-cowok itu menengok.

"Aaron? Lah mana kita tahu, orang kita belum ketemu dia dari pagi." Jawab salah satu cowok membuat Ketua kelas berdecak, melirik arloji ditangannya.

"Tujuh menit lagi nih. Yang lain bantu cariin si Aaron buruan. Make ilang segala tuh anak." titah ketua kelas tegas.

Rabea dan beberapa tim kreator pun pergi menuju kelapangan, mereka semua berpencar untuk mencari Aaron di seluruh sudut sekolah.

"Aaron anjing!" Panggil Rabea berteriak, ia berlari kembali kearah temannya dari kelas lain yang duduk di tribun.

Dengan nafas tersengal-sengal dia berdiri didepan tribun. "Eh, lo pada liat si Aaron gak?" Rabea bertanya.

Salah satu gadis menaikan alisnya, "Aaron yang ganteng itu?"

"Iya deh terserah kalian. Pokoknya lo pada liat kaga?!"

"Tahu deh, tadi si gue liat di pergi ke Lapangan indoor, gak tahu dia mau ngapain." Sahut gadis itu lagi dibalas anggukan kepala Rabea mengerti.

"Thanks, ya. Kalau gitu gue cabut. See guys!" Rabea melangkah berlari kecil kebelakang sekolah menerobos kerumunan didepan panggung menuju lapangan indoor berada.

Hai Om! Husband?! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang