Im Nayeon, bukanlah gadis licik atau sembrono. Dia hanya seorang gadis miskin biasa yang begitu lugu, dan naif. Mendapati harga dirinya dihina dan diinjak-injak oleh orang asing angkuh yang baru saja ia temui pada kejadian absurd membuatnya muak hid...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jeongyeon POV
Akhirnya hari itu pun tiba; hari pertunangan ku dengan Miss Gold Digger. Bahkan jika aku menyesali keputusan ku, tidak ada cara untuk kembali. Semuanya diatur dengan sempurna oleh appa. Ya. Anehnya, appaku sendiri orang yang bertanggung jawab atas segala hal. Orang tua ku hanya mengundang kerabat dekat kami dan beberapa teman mereka, begitu juga dengan ku. Dahyun dan Sana mereka datang. Adapun Nayeon, tidak ada kerabatnya di sini. Itu karena Nayeon tidak ingin mereka datang sama sekali. Kurasa, pertunangan ini adalah rahasia terbesar baginya.
Sekarang aku berdiri di antara tamu, menatap Miss Gold Digger yang pendek. Dia akrab dengan anggota keluarga ku dan yang membuat ku takjub; semua orang tampak menyukainya. Mereka berbicara dan kemudian tertawa geli. Tawa ringan Nayeon memenuhi udara dengan banyak keceriaan.
Melihat Nayeon dari kejauhan membuatku sadar, dia cukup cantik. Nayeon mengenakan gaun sederhana yang dia pilih di butik Bangchan tempo hari. Rambut cokelatnya tergerai dan makeup tipis di wajahnya menambah nilai kecantikan Nayeon seperti bidadari, terlihat bersinar dan memukau. Jangan lupa gigi kelincinya. Itu benar-benar membuatnya semakin imut.
Tunggu, apa aku baru saja mengatakan wajahnya seperti bidadari?
atau aku memang mengatakan dia imut?
Oh tidak. Lupakan. Nayeon cuma sekedar cantik!
Ngomong-ngomong, high heels mahal yang dibeli Nayeon tempo hari juga cocok untuknya. Dia jadi tampak sedikit lebih tinggi. Mari kita lihat berapa lama Nayeon bisa tahan dengan itu. Baiklah, sekarang beralih ke penampilanku. Seperti yang Nayeon inginkan, aku juga mengenakan setelan berwarna sama dengan miliknya. Tidak ada yang istimewa pada pakaian ku, tapi sudah pasti aku setampan biasanya ㅋㅋㅋ.
Mataku tiba-tiba menangkap sosok yang familiar, Dahyun sedang menuju ke arahku dengan seringai lebar di wajah.
"Hai dude!" Dia menyapa.
"Ada apa, Hyun, dimana Sana?"
"Ah, dia ada di sekitar sini. Kurasa baru aja masuk."
"Oh gitu."
"Btw, tunanganmu cantik." Ucap Dahyun tiba-tiba. Saat itu aku menyadari dia terus menatap Nayeon.
"Ya~"
Aku mengangkat bahu acuh yang kemudian kutemukan Dahyun melirikku dengan seringai menggoda. Aku benci ekspresi itu. Karena kurasa, aku tau apa yang ada dalam pikirannya.
"Eonni, hari ini mungkin kau merasa terpaksa. Tapi percayalah, besok atau lusa, kau pasti tidak ingin ini berakhir. Takkan pernah." Dahyun meraih bahuku. Dia tau segalanya tentang kesepakatan yang kubuat dengan Nayeon.
Well, Dahyun emang satu-satunya yang bisa kuandalkan. Itu sebabnya aku menceritakan semua masalah yang ku miliki.
"Ga usah konyol, Hyun. Mustahil aku akan tetap bersama Miss Gold Digger," ejekku sebal.