Im Nayeon, bukanlah gadis licik atau sembrono. Dia hanya seorang gadis miskin biasa yang begitu lugu, dan naif. Mendapati harga dirinya dihina dan diinjak-injak oleh orang asing angkuh yang baru saja ia temui pada kejadian absurd membuatnya muak hid...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nayeon terjaga, berbaring tak bergerak di tempat tidur. Itu bukan tempat tidur berdebu yang sama yang dia tiduri bertahun-tahun yang lalu dan kamar ini bukan kamar kecil yang jelek yang dulu dia tinggali. Nayeon memiliki sedikit deskripsi untuk tempat dia tinggal sekarang. Ini SURGA. Rumah yang luas dan mewah pasti membuatnya nyaman. Namun, kehadiran Yoo Jeongyeon mengubah hidupnya menjadi NERAKA.
Ketika bangun beberapa jam yang lalu, Nayeon menemukan secarik kertas di lantai. Dia tahu Jeongyeon menggesernya melalui celah bawah pintu. Siapa lagi yang akan melakukan itu ketika mereka adalah satu-satunya orang di rumah? Tidak masalah bagaimana gadis itu ingin memberikannya padanya, tapi yang penting adalah isi dari catatan itu.
*Aturan nomor 2 : Im Nayeon harus bertindak dan berperilaku sesuai dengan perjanjian - sebagai tunangan Yoo Jeongyeon.
Itu bukan masalah enteng bagi Nayeon. Dia tahu maksud terselubung Jeongyeon. Nayeon harus mengubah prilakunya dari tunangan PALSU menjadi tunangan ASLI. Itu perbedaan besar, kenapa prilakunya harus ikut diatur juga (?) Apa yang Jeongyeon harapkan darinya? Ini benar-benar konyol. Omong kosong dan konyol.
DUG!!! Nayeon mendengar suara gedebuk dari kejauhan.
DUG!!! Suaranya menjadi lebih jelas.
"Suara apa tuh?" Nayeon mendesis dan memfokuskan pendengarannya ke sumber kebisingan.
DUG!!! Suara keras yang mengganggu datang lagi.
"Apaan sih?" Nayeon tiba-tiba menyeret dirinya dari tempat tidur. Sungguh pagi yang 'indah' yang dia alami di bungalow pada hari kedua. Pertama, catatan konyol dari Jeongyeon dan sekarang, bunyi gedebuk yang mengganggu.
Nayeon mencapai pintu dan memutar knop. Menjulurkan kepalanya melalui celah pintu yang terbuka, Nayeon mengalihkan pandangannya ke luar ruangan.
"Sialan!" Sekarang Nayeon mendengar seseorang mengutuk tanpa henti. Sumber gangguan berasal dari kamar Jeongyeon.
"Argh!" Dia mendengar Jeongyeon mengerang keras.
"Ada apa dengannya?" Nayeon menutup pintu di belakangnya dan berjingkat perlahan ke kamar Jeongyeon yang berada tepat di seberangnya.
*Tok Tok Tok . . .
Nayeon mengetuk pintu. Memberitahu Jeongyeon tentang kehadirannya, tapi Nayeon tidak mendapat respon dari orang di dalam untuk memasuki ruangan.
"Jeong?" Nayeon membuka pintu dan merinding. Jeongyeon tidak terlihat di sana.
"Jeongyeon-a?" Dia memanggil gadis itu lagi.
"Ya Tuhan! Di mana bajuku?" Pekik Jeongyeon mengagetkan Nayeon yang masih mencarinya.
"Jeong? Apa kau baik-baik saja?" Nayeon berjalan ke arah Jeongyeon. Gadis itu sedang mengobrak-abrik lemari pakaian, tidak tahu apa yang dicarinya. Jeongyeon seperti mencari sesuatu tanpa tujuan.