MSIAGD 38 - The Real Foe

294 111 63
                                        

Nayeon POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayeon POV

"Kenapa? Ada yang salah sama wajahku?"

Mina bertanya dan yang kulakukan hanyalah memasang ekspresi datar. Aku bingung, dan lagi ini terlalu canggung. Dia ada di dapurku, memakai celemekku, menggunakan peralatanku dan sedang menyiapkan makan malam.

"Ayolah, Eonni. Udah setengah jam kau menatapku. Bicaralah~" Dia menghela napas, frustrasi atas sikap dinginku.

Aku masih bungkam.

"Nayeon, kalo kamu ngga bicara juga aku akan membawamu ke dokter!" kecamnya, buru-buru meraih tanganku. Aku lekas menghindar.

"Kamu ngga perlu melakukan itu, ngaco!"

"Ah. Mungkin karena kau lapar jadinya gak mood? Well, makanannya bentar lagi mateng kok" ucapnya sambil menepuk pundakku dan kembali ke kompor.

Sejauh yang ku tau, Mina sedang menyiapkan makanan sederhana. Itu adalah saus spageti dengan aroma yang sangat menggugah selera.

Aku ngga expect dia pintar masak. Mina tampak seperti anak manja yang anti menginjakkan kaki di dapur.

"Aku bisa ngurus diri sendiri. Kamu ngga perlu repot-repot nginap malam ini."

"Ngga masalah, eonni. Aku akan menikmatinya~" Mina tersenyum. Tubuhnya bersandar ke lemari dan tangannya menyilang di dada.

"Jujur Min, aku ngga bisa berpura-pura bahwa aku baik-baik aja denganmu setelah apa yang telah kau lakukan."

"Aku tau kau sulit mempercayaiku, tapi aku di sini bukan untuk menyakitimu. Aku benar-benar datang sebagai teman."

"Terserah. Aku masih ngga bisa percaya semudah itu. Omong-omong, apa kau butuh bantuan?" sanggahku, langsung mengalihkan topik.

Mina mengangguk. "Ya, tolong siapkan mejanya. Ini udah mateng."

"Baiklah."

"Gimana rasanya?" tanya Mina sambil mencondongkan tubuh ke arahku. Kami mulai makan.

Anehnya, rasanya beneran enak. Jeongyeon pernah masak makanan yang sama, tapi bagiku bikinan Mina adalah yang terbaik.

Sausnya tuh kombinasi sempurna antara bumbu asin, manis, dan asam. Dia menambahkan beberapa jamur, irisan sosis, dan meat ball juga. Aku terkesan.

"Enak. Jeongyeon pernah masak hal yang sama untukku."

"Benarkah?"

"Ya."

"Dulu aku biasa masak untuknya. Dia sangat suka ini."

Ck! Aku merasa gerakan mengunyah ku semakin berat. Nafsu makanku hilang. Pernahkah kalian dengar; 𝑺𝒆𝒔𝒆𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒖𝒏𝒈𝒌𝒊𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒂𝒅𝒂 𝒅𝒖𝒂 𝒉𝒂𝒍 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒌 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒅𝒊𝒖𝒃𝒂𝒉. 𝒀𝒂𝒌𝒏𝒊 𝒏𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊.

𝑴𝒚 𝑺𝒘𝒆𝒆𝒕𝒉𝒆𝒂𝒕 𝑰𝒔 𝑨 𝑮𝒐𝒍𝒅 𝑫𝒊𝒈𝒈𝒆𝒓 [𝟐𝒀𝒆𝒐𝒏]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang