MSIAGD 1 - The Girl

836 138 68
                                        

@Bengkel J&B

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

@Bengkel J&B

"Jinyoung-a! Park Jinyoung!"

Nayeon berteriak saat melangkah ke sebuah bengkel kecil. Dia berjingkat hati-hati. Ada tumpahan oli, juga baut dan mur yang berserakan.

Yah, itu bengkel mobil. Tak aneh menemukan benda tersebut di sekitar sana.

"Jinyoung-a?"

"Bambam?" 

Kali ini mencoba memanggil orang lain. Bambam adalah adik Jinyoung. Mereka menjalankan bengkel bersama. Sejauh yang Nayeon tahu, bengkel ini adalah bisnis keluarga Park.

"Kemana sih mereka?" Nayeon menghela nafas, bersandar kesalah satu mobil untuk mengurangi lelah.

Dia pergi dengan berjalan kaki dan sekarang sudah hampir tengah hari. Butuh beberapa menit baginya mencapai tempat itu dan Nayeon telah berjalan di bawah terik matahari langsung, 29°C.

Korea memang bukanlah negara tropis. Tapi ketika musim dingin berganti menjadi musim panas, maka panasnya akan lebih buruk dari negara tropis.

Panasnya Korea melekap. Tidak ada angin sedikitpun, dan rasa panasnya seolah membakar langsung menembus kulit. Nayeon sudah terbiasa, tapi hari ini sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya; cuaca ekstrim jelas akan membunuhnya.

"Nayeonie?"

Dia mendengar suara Jinyoung memanggil. Pandangan Nayeon mengedar ke sekeliling, mencari. Namun Nayeon tidak bisa melihat sosoknya, mobil-mobil menghalangi pandangan.

Terlahir seperti itu, sifat genetik telah menentukan Nayeon untuk berhenti tumbuh setinggi 163cm. Nayeon tahu betul, dia tidak bisa ditempatkan di jajaran model Victoria Secret. Tingginya terlalu jauh untuk mencapai tinggi rata-rata wanita idaman di Korea!

"Nay?" Jinyoung memanggilnya lagi.

"Jinyoung-a? Kamu dimana?" sahut Nayeon. Mencoba melihat lewat kaca jendela mobil yang transparan.

"Aku di sini." Suaranya begitu dekat sehingga Nayeon bisa merasakan pria itu ada di belakangnya. Tapi ketika melirik ke balik bahu, sosok Jinyoung tidak terlihat.

"Yak, aku ngga ingin bercanda sekarang!"

"Aku sungguh di sini. Mundurlah selangkah."

"Jinyoung-a?" yeoja itu melakukan seperti yang disuruh. "Yak Park Jinyoung!" kesal, Nayeon menghentakkan kaki. Kesabarannya makin tipis dan tekanan darahnya kian tinggi di luar kendali.

"Sudah ku bilang, aku di sini." Jinyoung berujar dan entah dari mana, sebuah tangan mencengkeram kaki Nayeon tanpa peringatan apapun.

"Aaaaaakkkk!" Gadis itu histeris. Nayeon menjatuhkan pandangan ke kakinya. Di sana terlihat tangan kotor menjangkau dari bawah mobil. Nayeon menutup matanya rapat-rapat.

𝑴𝒚 𝑺𝒘𝒆𝒆𝒕𝒉𝒆𝒂𝒕 𝑰𝒔 𝑨 𝑮𝒐𝒍𝒅 𝑫𝒊𝒈𝒈𝒆𝒓 [𝟐𝒀𝒆𝒐𝒏]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang