MSIAGD 12 - Of Three Ladies

377 122 104
                                        

"Pagi~" suara familiar menyapa Nayeon dari kejauhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi~" suara familiar menyapa Nayeon dari kejauhan. Dia mengalihkan pandangan ke sumber suara, mendapati Jeongyeon menuruni tangga dengan pakaian rapi dan formalnya.

"Aku tahu, aku seperti seorang pangeran yang menawan. Kau tidak perlu menatapku seperti itu, Nay," lanjut Jeongyeon, tersenyum bangga.

Menyadari bahwa dirinya sedang melamun atau dengan kata lain cukup terkejut melihat penampilan Jeongyeon pagi ini, yeoja kelinci itu langsung menjulurkan lidahnya untuk menutupi kekagumannya.

"Apa hari ini kau akan kembali bekerja?"

"Ya," angguk Jeongyeon.

"Kupikir kamu masih perlu istirahat?" duga Nayeon. Secara bersamaan melayani Jeongyeon dengan sarapan yang telah ia siapkan.

Nayeon menyaksikan Jeongyeon menghirup aroma dengan sepenuh hati; seolah-olah belum pernah melihat makanan semacam itu di Bumi. Hari ini Nayeon membuat taco telur orak arik.

Yah, itu resep baru yang Nayeon cari di Google tadi malam.

"Aku harus kerja. Emang siapa yang bakal bayar sisa setengah miliar untukmu, hm?" Jeongyeon menatap Nayeon dengan kepala dimiringkan ke samping. Alisnya yang tebal melengkung dengan gerakan menyebalkan; yang selalu berhasil membuat Nayeon kesal.

"Bagus kalo gitu," Nayeon memasang wajah serius.

". . . Aku tidak perlu repot merawat bayi besar yang sakit sepertimu. Sungguh melelahkan," ejeknya, menambahkan efek dramatis pada ucapannya. Nayeon hanya ingin balik mengganggu Jeongyeon.

"Dih? Aku gak minta kau datang untuk memeriksaku tuh?" mengangkat bahu acuh, Jeongyeon dengan senang hati menyantap makanannya.

"Hehehe siapa yang akan membuatku kaya kalo kamu sakit?" kekeh Nayeon, palsu. Jeongyeon sepertinya tidak terpengaruh dengan ledekannya.

"Terserah. Ngomong-ngomong, sejak kapan kamu tahu cara memasak sarapan seperti ini?" tanya Jeongyeon sambil mengintip dari piring, menatap Nayeon di seberang meja.

"Apa kau tau ada satu makhluk ajaib di dunia ini? Dia mengetahui segalanya, bervariasi dari semua jenis pengetahuan dan keajaiban. Orang menyebutnya GOOGLE!" Nayeon menjawab lengkap bersama aksinya yang over react.

"Excellent!" Jeongyeon bertepuk tangan, meletakan sendok ke piring dengan hati-hati.

". . . Uri Nabongs kau semakin pintar sekarang. Senang mengetahui kamu tidak naif dan konyol seperti dulu."

Nayeon mendapat dua jempol dari gadis itu.

"Kamu selalu memandangku rendah!" dengan kesal Nayeon menggebrak tangannya ke meja, membuat gempa kecil di seluruh bingkai persegi panjang itu. Jeongyeon tersedak karena hal tersebut.

"Tenang, Nayeonie~" Jeongyeon memberi isyarat agar Nayeon tenang.

"Kau tahu, tidak pantas untuk berdebat di depan makanan. So, ayo kita sarapan dengan tenang, oke?" dalihnya, lalu mengambil piring bersih lagi untuk Nayeon sarapan juga.

𝑴𝒚 𝑺𝒘𝒆𝒆𝒕𝒉𝒆𝒂𝒕 𝑰𝒔 𝑨 𝑮𝒐𝒍𝒅 𝑫𝒊𝒈𝒈𝒆𝒓 [𝟐𝒀𝒆𝒐𝒏]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang