*Tema : Overdosis
*Genre : Thriller - Action
---
Anak penurut dan ceria disulap menjadi dingin dan emosional sejak kepergian sang ayah yang mendadak dan menyakitkan. Penculikan yang terjadi lima tahun lalu pada agen polisi ternama membuat masyarakat...
Setelah apa yang terjadi pada Violy kemarin, Catly dengan sabar dan setia menemaninya. Gadis itu membantu untuk menenangkan Violy yang terkadang masih mengingatnya dan merasa takut. Itu adalah kali pertama ia membunuh orang lain dengan cara yang brutal.
Kondisi Violy berangsur membaik, anggota lain pun memberikan perhatian khusus, kecuali Lexa. Emerald yang masih dalam masa pemulihan pun menyempatkan diri untuk bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih. Untuk pertama kali pula pemuda itu bersikap baik kepada temannya.
Hari ini Eaqles bersiap untuk pertemuan dengan Rogous yang selalu diadakan setiap bulan untuk membicarakan mengenai eksekusi orang-orang yang ditahan di penjara bawah tanah. Tidak semua anggota ikut serta dalam rapat tersebut, hanya anggota inti dan beberapa penjaga. Namun, kali ini Devga meminta Violy untuk ikut agar bisa mengenal anggota Rogous.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua mobil berwarna hitam metalik itu memasuki pekarangan rumah yang luas lalu berhenti di depan rumah besar yang belum pernah Violy kunjungi sebelumnya. Seorang pria bertubuh tegap membukakan pintu mobil untuknya dan ia segera turun dengan tatapan takjub.
"Ini adalah markas Eaqles dan Rogous, tidak semua anggota bisa datang ke sini," bisik Calma yang seakan tahu apa yang ada di pikiran Violy.
"Aku pikir tempatnya mengerikan, ternyata malah seperti istana," tutur Violy membuat Calma tertawa kecil.
Kedua melangkah memasuki rumah mewah itu bersama yang lainnya. Gadis itu semakin terbelalak begitu mendapati bagian dalam rumah tersebut, ditambah lagi dengan dekorasi yang mewah nan megah.
Langkah mereka terhenti di depan sebuah pintu besar. Seorang pria bertubuh besar yang berjaga di bagian dalam rumah langsung membukakan pintu tersebut, yang ternyata merupakan ruang utama dengan meja panjang berukuran persegi dan kursi berjajar rapi.
Setelah semuanya menempati kursi masing-masing, mereka melepas masker wajah yang wajib digunakan ketika ke luar markas. Violy menatap satu persatu anggota Rogous sampai pandangannya terhenti pada sosok pemuda yang juga menatapnya sambil terbelalak.
"Apa dia yang bernama Violy?" tanya seorang pemuda dengan pakaian serba hitam kepada Devga yang duduk di sebelah kanan gadis itu.
"Ya, dia adalah Violy yang pernah kuceritakan padamu," jawab Devga.
Dengan wajah tegang dan tatapan tajam, pemuda itu mengangguk. "Saya Geyan, Ketua dan cucu pendiri Rogous."
Setelah memperkanalkan diri, pemuda bernama Geyan itu menatap anggotanya yang lain lalu mereka memperkenalkan diri.
"Saya Veila, snipper Rogous."
"Saya Vemi, pendamping ketua Rogous."
"Saya Ibraka, wakil ketua Rogous."
Sampai saatnya giliran pemuda yang sempat terkejut melihatnya tadi. "Saya Zaren, penjaga tim Rogous."
Violy tak mengalihkan tatapannya sedikit pun pada pemuda itu, sampai akhirnya Calma menyikut lengannya untuk memperkenalkan diri.