21 - Not Her Ending

24 5 3
                                        

Dor!

Semua orang mengalihkan pandangannya pada Geyan yang terjatuh dengan dada yang mulai mengeluarkan darah membuat semua orang panik. Devga terbelalak dan langsung mendekati sepupunya itu, di sisi lain Violy langsung mendekati Profesor Gandra yang.

Zaren mendapati sosok misterius yang menembak Geyan dan langsung mengejarnya bersama beberapa anggota Rogous. Violy membantu Gandra untuk beranjak dari tempatnya, tetapi Arland mengahalanginya sambil menjulurkan pistol.

"Siapa kamu?" tanya Arland.

Devga yang melihat hal tersebut langsung beranjak dari tempatnya dan meminta ajudan untuk membawa Geyan pergi. Pemuda itu berdiri di belakang Violy dan bersiap menembak. Gadis itu langsung membuka penutup wajahnya membuat kedua pemuda itu terbelalak.

"Apa maumu? Apa belum puas kamu mengkhianati dan menghancurkan kami?!" teriak Devga dengan mata memerah sebagai tanda kemarahan.

"Dev, Land, bukan aku yang melakukannya selama ini! Aku bersumpah!" lirih Violy.

"Jangan banyak bicara!" bentak Devga.

Pemuda itu memberi arahan ke pada dua ajudan di dekatnya untuk menangkap Violy dan Gandra. Bertepatan dengan itu, datanglah ajudan lain dengan napas tersennggal.

"Ada apa?" tanya Devga.

"Semua tahanan bawah tanah menghilang!"

Mendengar penuturan pria itu membuat Devga semakin membara. "Aku akan membu ...."

"Tunggu!" teriak Calma.

Devga menatap amggotanya yang berdiri sambil merentangkan tangan untuk melindungi sang penyelamat Gandra itu dengan tajam. "Ada apa, Calma?!"

Gadis itu mengeluarkan kalung liontin dari sakunya dan menunjukkannya pada Devga, serta Arland. Kedua pemuda itu awalnya bingung, tetapi beberapa detik kemudian menyadari bahwa benda itu sama dengan yang ada di koper Violy kala itu.

"Dari mana kamu mendapatkannya? Aku sudah menyimpan semua barang bukti mengenai Violy! Apa kamu selama ini membantunya?" tuduh Arland pada Calma.

"Tidak! Ini memang berinisial 'M', tapi ini bukan milik Violy!" tukas Calma.

"Jangan berbohong kamu!" ketus Devga.

Calma menggeleng lalu mengatakan kebenaran mengenai kalung liontin tersebut pada kedua pemuda yang kini sudah berada di hadapannya, sedangkan di sisi lain ada Catly yang diam-diam datang ke sana untuk membantu Violy dan Gandra.

"Bawa Profesor pergi, Cat! Aku harus menyelesaikan kesalah pahaman ini," pinta Violy.

"Tidak! Kamu juga harus pergi, semua orang sekarang mengenalmu sebagai pengkhianat, mereka bisa menyakitimu kapan pun," tolak Catly.

"Tidak, Mauza! Tolong pikirkan keselamatanmu! Kamu sudah membantu saya, bagaimana jika terjadi apa-apa denganmu?!" tanya Gandra khawatir.

Violy menggeleng sambil tersenyum kecil. "Paman, Dokter Klia sudah menunggumu."

Mata Gandra berbinar, tetapi di sisi lain tidak ingin meninggalkan gadis yang telah menolongnya tersebut.

"Catly, ayo!" teriak Gevan yang telah menunggu mereka di kejauhan.

Catly mengangguk lalu membawa Profesor Gandra pergi dari tempat yang tidak aman itu.

"Jadi, semua ini adalah ulah Emerald?" tanya Arland pada Calma, tak percaya.

Violy hanya memperhatikan mereka dari jauh, sampai akhirnya sebuah peluru yang tak tahu datang dari mana mengenai kaki Calma hingga gadis itu berteriak. Gadis itu langsung mendekati Calma dan memberikan penanganan ringan seperti apa yang pernah Klia lakukan padanya.

MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang