4 - Someone Know Her

21 5 2
                                        

Sepulang dari markas besar Eaqles dan  Rogous, tiba-tiba dua mobil polisi mengikuti mereka entah sejak kapan dan dari mana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sepulang dari markas besar Eaqles dan Rogous, tiba-tiba dua mobil polisi mengikuti mereka entah sejak kapan dan dari mana. Mereka melewati jalanan tepi pantai yang sepi. Violy menjadi gugup karena ini pertama kalinya ia dalm kondisi genting seperti ini.

"Dev, ada mobil polisi lain yang menunggu kalian di depan jalan," kata Gevan yang memberikan informasi menggunakan radio yang menyambung ke pengeras suara mobil.

Gevan, Estella, Lexa, dan Catly berjaga di tempat lain untuk memantau keamanan mereka. Devga langsung menghubungi mobil kedua yang berisi Arland, Calma, dan dua bodyguard lainnya, sedangkan mobil utama berisi Devga, Daren, Violy, dan satu bodyguard.

"Jangan berpencar!" kata Arland memberi komando ke mobil kedua.

Benar saja apa yang disampaikan Gevan, dua mobil polisi telah menunggu mereka tak jauh dari sana. Arland dan Daren berusaha menembaki dua mobil polisi di depan mereka, sedangkan Devga dan Calma berusaha menembaki mobil polisi yang mengikuti mereka sejak tadi. Mobil yang mengikuti dari belakang berhenti karena rodanya tertembak, sedangkan yang di depan berusaha membalas tembakan tersebut.

Devga dan Arland memberi kode ke pada masing-masing sopir untuk memotong jalan melewati terowongan. Awalnya mereka sempat berpikir bahwa itu berhasil, tetapi ternyata ada mobil polisi lain yang telah menunggu.

Kedua mobil hitam metalik itu terpaksa berhenti dan masing-masing ke luar dari mobil dengan menembaki para polisi tersebut untuk melindungi diri.

"Mundur!" tukas Devga membuat mereka mundur perlahan.

Dor!

Satu tembakan mengenai salah satu bodyguard Eaqles. Daren yang melihat hal tersebut langsung mendekati pria bertubuh tegap itu untuk memberikan pertolongan pertama. Violy hanya berlindung di belakang Devga karena gadis itu tak diberikan pistol.

Darena dan Arland melindungi bodyguard yang tertembak tadi, sedangkan yang lain berpencar untuk menyelematkan diri dan mengecoh polisi. Saat Devga dan Violy hendak meninggalkan terowongan, tiba-tiba seorang polisi wanita yang entah dari mana menembak pundak kanan Devga.

Violy terbelalak melihat pemuda yang berusaha melindunginya itu terbuka. Hanya ada mereka bertiga di sana karena yang lain dalam kejar-kejaran. Mereka bersembunyi di balik dinding terowongan dengan Devga yang menahan sakit dan menekan luka menggunakan tangan kirinya. Pemuda itu menyandarkan tubuhnya untuk mengatur napas.

Violy tidak bisa tinggal diam, dengan satu kali hentakan ia berhasil merebut pistol milik Devga.

"Tidak, Violy!" pekik Devga disusul dengan ringisan.

Violy menatap pemuda itu sebentar lalu ke luar terowongan untuk membalas wanita tadi. Namun, ternyata wanita itu tak terlihat karena bersembunyi di tepi jalan. Dengan satu helaan napas dan keberanian yang entah datang dari mana, gadis itu mendekati wanita tadi sambil menjulurkan pistol di tangannya.

MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang