15 - She Knows

14 5 2
                                        

Kondisi Devga dan Arland berangsur membaik dan haris eksekusi tahanan bawah tanah akan dilakukan esok hari membuat Violy gugup. Ia mendapat kabar dari Zaren bahwa tahanan tersebut biasa disebut dengan angka 1427 atas nama Oido Lewis yang merupakan pengusaha kaya yang menipu Kakek Devga dan Geyan –Gustaf Delogus, sehingga membuat kehidupan keluarga mereka sempat terpuruk.

Penipuan yang dilakukan Aldo Lewis bukan hanya merupakan materi, tetapi juga melakukan pengkhianatan dengan membocorkan lokasi Gustaf kepada polisi membuatnya hampir di penjara dan mati. Hal tersebut juga berdampak pada perpecahan keluarga mereka, sehingga terbentuklah Eaqles dan Rogous.

Kedua kelompok tersebut bisa berdamai, setelah Gustaf yang semula menghilang selama tujuh tahun tiba-tiba kembali. Sejak saat itulah perang dingin saudara itu berakhir dan digantikan dengan kerja sama untuk menangkap musuh besar masing-masing atau pun keduanya.

Saat ini Violy sedang berdiri di tepi kolam renang yang menghadap ke arah laut dengan segala hal di pikirannya. Semakin hari keadaan semakin buruk, berbagai macam hal terjadi hingga melukai anggota timnya. Tidak banyak yang bisa ia lakukan, lagi pula kedatangannya di kelompok ini bukan untuk balas dendam.

"Bagaimana mungkin berkas-berkas itu hilang?!"

Terdengar suara keributan dari dalam rumah membuat Violy bergegas masuk untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata anggota inti sedang berkumpul di ruang tengah, setelah makan malam, dan tampaknya Devga menanyakan berkas-berkas penting dari ruang bacanya.

 Ternyata anggota inti sedang berkumpul di ruang tengah, setelah makan malam, dan tampaknya Devga menanyakan berkas-berkas penting dari ruang bacanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku tidak tahu, Dev! Kamu bisa tanyakan Deon yang menemaniku," jawab Daren.

"Sial! Bisa-bisanya pelaku ini mengetahui ruang rahasia di ruang baca!" kesal Devga.

"Sepertinya orang ini ingin membalas dendam padamu, Dev. Penyusup yang bertarung dengan Violy, mungkin ingin menemukan kamarmu, tapi salah tempat," sahut Estella.

"Tidak! Penyusup itu berusaha masuk ke kamar Arland untuk mencari sesuatu, jika memang pelaku memiliki akses dari orang dalam, tentunya dia sudah tahu bahwa Arland adalah wakil ketua yang pasti memiliki salinan berkas-berkas penting itu, bukan?" Kali ini Violy angkat bicara.

Arland mengangguk-angguk sambil memikirkan sesuatu. "Aku setuju! Dia tidak mungkin berani ke ruangan Devga langsung karena pengawasan yang ketat, apa lagi ada kamera tersembunyi di lantai tiga."

Violy tersentak dengan ucapan Arland bak disambar petir, ia tidak tahu jika ada kamera tersembunyi di ruangan tersebut.

"Apa kalian sudah memeriksa kamera tersembunyi itu?" tanya Devga.

Gevan mengangguk dengan wajah kecewa. "Ya, tapi kita tidak menemukan rekaman apa pun karena ruang kontrol hancur, tidak ada satu pun komputer atau rekaman penting yang tersisa."

Violy memejamkan mata sebentar sambil menghela napas pelan, setidaknya apa yang dilakukannya tidak akan diketahui.

Semuanya terdiam sebentar memikirkan apa yang sedang mereka bahas saat ini.

MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang