7 - The Real Her

14 5 1
                                        

Setelah lima hari memulihkan kondisi masing-masing, akhirnya misi yang tentu berjalan kembali. Terdengar suara tembakan dan pukulan dari sebuah rumah di dalam hutan yang merupakan markas kelompok mafia kecil yang merupakan musuh Eaqles. Menjadi kelompok mafia besar, tentunya memiliki beberapa musuh.

Violy yang membawa sebuah tas besar dari lantai atas, tiba-tiba dihadang oleh seorang pria bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam dan luka di beberapa wajah dan tubuhnya. Pria itu berusaha merebut tas di tangannya, tetapi gadis itu tak tinggal diam dan mengeluarkan jurus bela diri yang telah ia pelajari selama ini.

Violy berusaha melawan pria itu dengan segenap kekuatannya, ia berlari ke bibir tangga, melompat ke besi, dan kakinya mendarat tepat di dada pria itu. Saat ia hendak melarikan diri, pria iru menarik rambutnya hingga ia meringis. Gadis itu memutar tubuhnya untuk menghadap pria tersebut, tetapi sayangnya sebuah pukulan keras menghantap pipi kirinya.

Violy terhuyung ke belakang lalu terdiam sebentar untuk menyentuh pipinya, ia merasa ada sesuatu di sudut bibirnya yang ternyata adalah sebuah darah. Ditatapnya pria itu dengan tajam lalu ia memanggil Emerald yang tak jauh darinya dan melempar tas yang berisi dokumen penting tersebut. Pemuda itu menangkapnya dengan baik, hingga membuat pria tadi marah.

Violy melihat pria itu mengeluarkan pistol dari saku celananya lalu diarahkan pada Emerald yang sibuk bertarung dengan musuh lain. Sebelum peluru dilepaskan, dengan cepat gadis itu mengeluarkan belatinya lalu di lempar ke tangan pria itu hingga pistol terjatuh. Tanpa membuang waktu, gadis itu langsung berlari ke arah pria tersebut dan menendang bagian sensitifnya hingga terjatuh.

Direbutnya pistol tadi dan tak lupa ia mencabut belati yang tertancap di tangan pria itu. Violy menatap mata pria itu dengan dalam sambil menjulurkan pistol ke hadapannya.

Dor!

Satu peluru mengenai tepat di kepala pria itu. Rasa amarah itu menguasai dirinya lalu satu persatu musuh ia tembak tepat di kepala mereka. Semua mata tertuju pada gadis itu, tak ada satu pun yang percaya dengan apa yang dilakukannya, termasuk pemuda yang selama ini melarangnya menggunakan senjata karena takut melukainya.

Tersisa satu musuh yang sedang bertarung dengan Catly. Saat Violy hendak melepaskan tembakannya, tiba-tiba suara tembakan lain terdengar jelas disusul dengan jeritan gadis itu.

"Violy!"

Tentunya hal tersebut membuat yang lain terkejut, begitu pula dengan teralihnya fokus Catly hingga gadis itu mendapat pukulan keras di wajahnya. Tanpa pikir panjang, Emerald langsung menembak pria yang telah memukul temannya itu. setelah semua musuh berhasil dikalahkan, seluruh anggota Eaqles langsung beralih ke arah Violy yang tergeletak sambil menjerit kesakitan.

"Vio!" pekik Calma yang lebih dulu mendekati gadis itu.

"Cepat bawa Vio ke markas! Dia butuh pertolongan!" pekik Catly khawatir.

Devga langsung mengangkat tubuh gadis dengan wajah yang mulai memucat itu, tak pernah sebelumnya ia melihat Violy dalam kondisi seburuk ini. "Bertahanlah, aku mohon!"

...

-Eaqles Mansion-

-Eaqles Mansion-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang