13 - Disturb Her Mind

17 5 0
                                        

Sudah dua hari mereka berkumpul di markas besar itu untuk membahas eksekusi tahanan bawah tanah dan hilangnya Yofga Tarren. Kondisi Violy pun berangsur membaik, infus dan alat bantu pernapasan sudah tak dikenakan lagi setelah persetujuan dari Dokter Klia. Pagi ini mereka sedang bersiap untuk kembali ke markas masing-masing, itu tandanya Violy dan Zaren harus kembali berpisah.

Gadis itu jadi dekat dengan Liany, bahkan Violy juga mengenalkannya pada Catly. Walau keduanya sudah saling tahu, mereka tidak dekat apa lagi duduk bersama untuk berbincang ringan. Hubungan antara anggota Eaqles dan Rogous hanya sebatas saling tahu, bersatu pun jika melaksanakan misi besar, selebihnya tak ada lagi, kecuali ketua dan wakil.

"Apa kamu sudah siap?" tanya Liany yang masuk ke kamar Violy sambil tersenyum.

"Ya, sayang sekali kita harus berpisah hari ini," jawab Violy.

"Kita bisa saling berbuhubungan lewat telepon, jangan ragu untuk mengabariku atau Zaren jika butuh sesuatu," ujar Liany.

"Kenapa harus menghubungimu? Violy punya teman!" sahut seseorang yang masuk tanpa permisi membuat keduanya tersentak.

"Apa kamu tidak diajarkan sopan-santun sejak kecil? Lagi pula, apa keselamatan Violy bisa terjamin setelah dua kali terluka atas kelalaian anggotanya?" tanya Liany sambil menatap gadis di hadapannya itu tajam.

Gadis yang tak lain adalah Lexa itu memutar matanya malas. "Semua sudah berkumpul di aula, kita tidak punya banyak waktu."

Setelah mengatakan itu, Lexa pergi membuat Liany memutar matanya malas. "Tidak sopan!"

Violy yang melihat reaksi gadis itu tertawa kecil. "Baiklah, tidak usah ditanggapi. Lebih baik sekarang kita ke aula."

Liany mengangguk lalu keduanya pergi meninggalkan ruangan tersebut, setelah memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal.

Violy sudah memberi tahu Zaren dan Liany mengenai nama-nama tahanan bawah tanah dari bagian kepolisian, tetapi gadis itu tidak tahu apakah mereka masih selamat atau tidak.

...

Selama perjalanan menuju markas, Violy hanya diam menatap ke luar kaca mobil dengan tatapan kosong, sedangkan Calma dan Catly di sebelahnya sibuk berdiskusi. Gadis itu memikirkan bagaimana kondisi sang ayah, apakah pria itu masih hidup atau telah tiada. Mengungkap nama tahanan bawah tanah cukup memberi efek tersendiri padanya.

Eksekusi salah satu tahanan akan dilakukan lusa dan Violy tidak diperbolehkan ikut atas permintaan Dokter Klia karena masih dalam masa pemulihan. Namun, bagaimana pun juga ia ingin mengetahui dan memastikan siapa yang dieksekusi dan apa salahnya. Jika memang bukan ayahnya, orang tersebut pasti memiliki peran penting di masa lalu karena menjadi musuh Eaqles dan Rogous.

Tak lama kemudian, mobil berhenti sebelum masuk ke pekarangan markas. Seorang ajudan dengan pistol di tangannya itu tampak khawatir dan ketakutan membuat yang lain bingung. Ajudan yang mengendarai mobil mereka pun ke luar dari mobil untuk menanyakan keadaan.

Devga dan Arland ke luar dari mobil lain sambil berlari memasuki markas, tetapi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang hebat membuat semua orang terkejut dan berada di luar mobil tiarap. Violy langsung ke luar mobil untuk memastikan kondisi Devga dan Arland.

"Violy!" teriak Catly memanggil gadis itu, tapi diabaikan.

Gadis itu berjalan menelusuri kepulan asap tebal yang menjulang ke langit. "Arland! Devga!"

Tak ada jawaban.

Duar!

Ledakan kedua kembali terdengar membuat Violy terkejut dan terkena serpihan bebatuan. Emerald yang melihat gadis itu hanya diam, akhirnya memutuskan turun dari mobil dan langsung menariknya untuk menjauh.

MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang