Apa pun yang terjadi hari ini, Violy hanya bisa pasrah karena setelah perundingan kemarin Devga memutuskan untuk menggeledah kamar anggota satu persatu, termasuk anggota inti dan ajudan. Gadis itu memang tidak menyembunyikan apa pun, tetapi entah mengapa rasanya seperti ada yang aneh dan jantungnya berdegup kencang.
Seluruh ruang ajudan dan anggota lolos diperiksa, sekarang saatnya memeriksa ruangan anggota inti dimulai dari kamar yang berada di sisi kanan, yakni Lexa, Daren, dan Catly. Setelah beberapa menit kemudian, ketiganya berhasil lolos dan bisa menghela napas lega. Kemudian mereka beranjak pada kamar di lantai bagian kiri yang dimulai dengan Emerald, Calma, Estella, dan Violy.
Tak ada satu pun yang mencurigakan di kamar Emerald, Calma, dan Estella. Kali ini beralih pada ruangan Violy karena Arland yang berada di kamar sebelah sudah sejak awal dipeirksa dan aman. Gadis itu berdiri di ambang pintu yang dijaga oleh ajudan, sedangkan anggota inti memeriksa seisi ruangan tersebut.
Devga berdiri di pintu balkon menyaksikan teman-temannya, sedangkan Violy hanya bisa menunduk dan berharap tidak ada barang yang bisa membuktikan identitasnya. Namun, ketika Emerald dan Lexa menarik sebuah koper kecil yang tak pernah ia kenali dari bawah tempat tidur, harapan Violy seakan pupus.
"Apa itu?" tanya Devga lalu menatap Violy sebentar kemudian beralih pada Emerald, "buka kopernya!"
"Itu bukan milikku!" elak Violy.
Emerald mengangguk lalu membukanya, betapa terkejutnya mereka ketika mendapati beberapa senjata api dan berkas di dalam koper tersebut. violy yang merasa tak memilikinya pun terbelalak, ia tak tahu apa-apa mengenai koper itu.
Teman-temannya itu menatapnya penuh selidik, sedangkan gadis itu hanya bisa terdiam sambil menggeleng.
"Daftar musuh besar Eaqles," ucap Emerald membuat semua orang yang berada di dalam ruangan itu mendelik.
Violy langsung menatap Devga, Arland, dan yang lain secara bergantian dengan penuh harapan bahwa mereka akan memercayainya. Ketika matanya bertemu dengan Catly, gadis itu menatapnya penuh kecewa membuat Violy tak bisa berbuat apa-apa.
Devga langsung memeriksa berkas tersebut dan senjata api yang ada di sana, setelah beberapa menit pemuda itu langsung mendekati Violy dengan tatapan tajam.
"Bagaimana kamu bisa mengambil semua itu?" tanya Devga sambil mencengkeram erat lengan gadis itu.
"Aku sama sekali tidak tahu, Dev! Aku bersumpah!" jawab Violy.
"Jujur saja, Violy! Selama ini kamu hanya memanfaatkan kami 'kan?!" bentak Lexa.
"Lihat ini, Dev!" pekik Emerald menunjukkan sebuah kalung dengan liontin huruf 'M'.
Violy dan Calma mendelik melihat kalung yang sama persis seperti barang bukti yang masih disimpan oleh gadis itu dengan baik.
"Itu bukan milikku!" pekik Violy.
"Cukup!" tiba-tiba Catly memekik membuat yang lain menatapnya.
"Ada lagi!" pekik Emerald yang peduli dengan teriakan Catly.
Pemuda itu mengeluarkan sebuah kertas yang tak pernah Violy lihat sebelumnya. "Ini artikel tentang kecelakaan yang dialami putri dari Detektif Nofga Torren di jalan panjang dua bulan lalu."
Semuanya mendelik mengingat apa yang terjadi pada mereka dan Violy dua bulan lalu.
"Jadi, kamu Mauza Terrano?!" tanya Devga dengan tatapan penuh amarah dan kecawa.
Violy hanya menunduk, seketika lidahnya terasa keluh untuk menyampaikan sebuah elakan.
"Jujur, Violy!" bentak Devga.
KAMU SEDANG MEMBACA
MALIGNITY : Encounter The Traitor (TERBIT)
Mystery / Thriller*Tema : Overdosis *Genre : Thriller - Action --- Anak penurut dan ceria disulap menjadi dingin dan emosional sejak kepergian sang ayah yang mendadak dan menyakitkan. Penculikan yang terjadi lima tahun lalu pada agen polisi ternama membuat masyarakat...
