Tragedi Bola Basket

2.4K 182 8
                                        

Saat ini Nabila dan kedua temannya siapa lagi kalau bukan Cala dan Rachel tengah berjalan ke arah ruangan mereka. Ruangan yang mereka gunakan masih sama seperti kemarin dan tempat duduk pun tentunya sama karena memang sudah di atur oleh panitia ospek mereka.

Sesampainya di ruangan tersebut Nabila lagi-lagi dikejutkan dengan adanya sekotak susu dan roti yang ada di atas mejanya. Nabila mulai mengambil susu kotak dan roti tersebut dan ia mulai mencari surat yang biasanya akan ada diatasnya, namun kali ini tidak ada, ternyata kertas itu berada di bawah, mungkin kebalik?

 Nabila mulai mengambil susu kotak dan roti tersebut dan ia mulai mencari surat yang biasanya akan ada diatasnya, namun kali ini tidak ada, ternyata kertas itu berada di bawah, mungkin kebalik?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada lagi masa guys," Ujar Nabila sembari menunjukan susu dan roti itu kepada kedua temannya.

"Wah, ada suratnya lagi gak Nab?" Tanya Cala.

"Ada nih," Ujar Nabila sembari menunjukan kertas stiki note itu kepada Cala.

"Coba baca Nab."

"Iya ini mau dibaca."

Hai Nabiya
jangan lupa sarapan ya, sepertinya hari ini akan terasa lebih berat. Jadi, kamu perlu banyak tenaga untuk ngelewatinnya, semangatt yaa🤍

-Penggemarmu

"Makasih," Ujar Nabila pelan seolah menjawab apa yang tertulis dalam surat tersebut.

"Lihat dong Nab."

"Nih," Kata Nabila sembari menyerahkan surat itu kepada Cala

"Ih sweet banget sih, kira-kira dia siapa ya Nab?"

"Gak tahu Cal, tapi siapapun dia aku cuman mau ngucapin makasih udah selalu perhatian sama aku haha, buat kamu yang ngasih sarapan ini makasih banyak yaa, kalau udah siap buat muncul, muncul aja kali aku gak gigit. Gak usah takut," Ujar Nabila dengan suara yang agak keras dengan maksud orang yang memberinya sarapan tersebut akan mendengarnya.

Tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang mengamati mereka dari jauh, ia bersembunyi di balik pintu ruangan tersebut. Bibirnya melengkungkan senyuman ketika mendengar ucapan terima kasih yang diucapkan oleh Nabila.

"Sama-sama Nab," Jawabnya pelan padahal Nabila juga tidak akan mendengar suaranya itu. Saat ia akan berbalik tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya.

"Bruk," Suara orang terjatuh.

"Eh, Kak Maaf gue gak sengaja," Ujar orang yang menabraknya.

"Ah iya gak papa," Jawab orang itu dan langsung lari, ia takut Nabila tahu keberadaannya. Ia belum siap untuk muncul di hadapan Nabila, entahlah ia masih nyaman menjadi secret admirernya Nabila Kirana.

Nabila yang mendengar ada suara keributan dari luar pun menengok kearah pintu, di sana ia melihat dua orang laki-laki dan yang satunya sudah pergi dengan berlari sedikit kencang seperti takut ketahuan, sementara satunya lagi memang teman seangkatannya yang baru saja datang.

C R U S H (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang