i have crush on you Nab!

2.3K 199 19
                                        

Nabila dan Rony menghampiri Rachel yang sedang duduk di kursi dekat dengan parkiran gedung A. Tangan mereka masih bertaut tidak ada yang ingin melepas tautan tangan mereka. Mungkin juga mereka tidak sadar kalau sedari tadi tangan mereka masih bergandengan dan hal ini membuat Rachel salah fokus.

"Udah jadian ya Nab?" Tanya Rachel diakhiri dengan ekspresi bingungnya.

"Siapa yang jadian?"

"Kalianlah."

"Enggak, kata siapa?"

"Lah, itu tangan gandengan mulu udah kek mau nyebrang aja," Ucap Rachel sembari menunjuk ke arah tangan Nabila dan Rony yang masih bertaut.

Nabila dan Rony pun mengikuti arah tangan Rachel, mereka saling tatap sebelum akhirnya melepaskan Nabila melepaskan gandengan tangannya dari Rony.

"Enggak."

"Belum."

"Kompak bener Pak, Buk. Jadinya enggak atau belum?"

"Enggak."

"Belum."

"Kataku mah, bentar lagi juga jadian haha."

"Aamiin," Ucap Rony dengan suara lantang membuat Nabila menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.

"Kenapa?"

"Kak Rony yang kenapa?"

"Gak papa, emang salah ngeaminin doa baik?"

"Ya gak salah sih, tapikan.."

Belum selesai Nabila ngomong, sudah dipotong oleh Rachel.

"Udah-udah malah ribut, ini kalian jadi bareng Aku sama Richie atau gimana?"

"Enggak Chel, Aku bareng Kak Rony aja. Nanti ketemu di mall ya?"

"Oke deh, kalau gitu kalian duluan aja. Aku masih nunggu Richie nih."

"Oke, kita duluan yaa? See you di mall Acheel," Ucap Nabila sembari berjalan mendahuluin Rony. Kali ini ia tidak menarik tangan Rony lagi, karna takut Rachel akan mengira mereka memang punya hubungan spesial.

"See you Nab."

"Duluan ya Chel," Kata Rony menyusul Nabila yang sudah berada sedikit jauh di depannya.

"Iya Kak, hati-hati. Jagain Nabila ya."

"Siap."

Melihat Nabila mulai menjauh Rony sedikit berlari agar tidak tertinggal jauh dengan Nabila.

"Nab, tungguin napa?" Ucap Rony sedikit berteriak sembari menyusul Nabila dengan sedikit berlari.

"Kak Rony lamaa. Buruan ih," Kata Nabila sembari berhenti di dekat pintu keluar dan menengok ke belakang untuk menunggu Rony.

"Kamu kenapa? Marah?"

"Enggak! Kata siapa aku marah?"

"Kalau gak marah, gak mungkin ninggalin aku kek tadi."

"Ya, habisnya Kak Rony ngeselin! Ngapain pake ngomong kek tadi ke Rachel?"

"Cuman gara-gara aamiin?"

"Cuman?" Ujar Nabila dengan suara agak meninggi.

"Iya maaf, maaf kalau udah lancang ngeaminin doa temen kamu. Tapi aku beneran pengen ngewujudin doanya Rachel, boleh ya?"

"Maksudnya Kak?"

"Ya, intinya aku mau wujudin doanya Rachel tadi, itupun kalau kamunya ngijinin. Jadi boleh gak aku deket sama kamu lebih dari hubungan adik tingkat dan kakak tingkat?"

C R U S H (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang