PDKT berjalan lancar?

2.2K 211 32
                                        

Pagi ini Nabila sudah siap dengan outfit ke kampusnya. Ia juga sudah sarapan dan siap untuk berangkat ke kampus seorang diri, karena kedua abangnya sedang ada urusan sehingga mengharuskannya berangkat sendiri ke kampus untuk hari ini.

Namun ketika ia keluar dari rumah, ia mendapati Rony sudah duduk di teras rumahnya.

"Kak Rony? Ngapain di sini?" Tanya Nabila sembari mendekat ke arah Rony yang saat ini sudah berdiri dari duduknya.

"Udah siap? Ayo berangkat," Ujar Rony sembari menarik tangan Nabila untuk mendekat ke arah motornya yang ia parkir di depan gerbang rumah Nabila.

Bukannya menjawab pertanyaan Nabila, Rony justru menarik tangan Nabila dan membawanya mendekat ke arah motor. Melihat hal tersebut, Nabila merasa bingung dengan tingkah Rony, ia pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rony dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama kepada kakak tingkatnya itu.

"Ihh, jawab dulu pertanyaanku. Kak Rony ngapain di sini?" Tanya Nabila sekali lagi.

"Jemput kamu Nab, ngapain lagi coba?" Ucap Rony sembari mengambil helm yang ia bawa dari rumah dan memakainya ke kepala Nabila. Nabila hanya diam saja dengan apa yang Rony lakukan, walaupun jujur ini terkesan aneh baginya.

"Aku kan gak minta di jemput Kak.''

"Abang kamu yang minta Nab."

"Bang Nevan?"

"Iyaa Nab, udah sini naik. Nanti kamu telat."

"Kok aku doang yang telat? Kak Rony gak ada kelas kah?"

"Ya ada, cuman kelasku masih nanti jam 9."

"Kalo gitu ngapain di iyain permintaan Bang Nevan Kak? Jadi ngerepotin Kak Rony gini, gak enak aku."

"Gak papa Nab, santai aja kali."

"Beneran gak papa Kak?"

"Gak papa Nabila Kirana. Udah sini naik."

"Okee," Ujar Nabila sembari menaiki motor Rony. Akhirnya mereka berangkat bersama untuk kedua kalinya. Mereka mulai membelah jalanan ibu kota yang pagi ini terpantau ramai lancar, tidak seperti biasanya.

"Nab? Gimana udah enakan hatinya?" Tanya Rony membuka obrolan mereka.

"Udah kok Kak, kan berkat matcha dari Kak Rony juga. Makasih ya Kak, udah peduli sama aku."

"Sama-sama Nab, aku seneng lihat kamu seneng, jadi jangan sedih-sedih lagi nanti aku ikutan sedih."

"Dih, masak gitu?"

"Iya weh, aku cuman mau kasih pesen buat kamu. Nanti kalau ketemu Syarla jangan marah-marah ya? Tetap bersikap baik, jangan ikutan jadi jahat, nanti kamu gak ada bedannya sama mereka."

"Iyaa Kak."

"Pinter, nanti juga kamu harus bisa bersikap biasa aja ya? Sementara kita ikutin dulu permainan mereka, nanti kalau udah waktunya kita bongkar."

"Iyaa Kak Ronaaayyy."

Tidak terasa akhirnya mereka sampai di kampus. Nabila langsung turun dari motor Rony dan melepaskan helmnya, kali ini ia bisa melepaskan pengait itu sendiri tanpa bantuan Rony lagi.

C R U S H (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang