Nabila Cemburu Kirana

3.4K 225 31
                                        

Malam sudah berganti pagi. Pagi ini Nabila tengah bersiap untuk berangkat ke kampus. Kebetulan hari ini ia ada kelas pagi. Ia juga sudah lebih baik dari kemarin, huru-hara kemarin sudah ia anggap seperti angin lalu saja, toh bukan ia yang salah di sini, kenapa ia harus takut? Ia akan hadapi segala hal di luar sana. Bahkan jika ada yang bertanya pun akan ia jelaskan gimana kejadian sebenarnya.

Hari ini Nabila berangkat ke kampus bersama dengan Nevan. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan ke kampus. Sesampainya di kampus Nabila langsung turun dari motor, ia sedikit risih ketika banyak pasang mata yang memperhatikannya.

Sebenernya ia sudah mulai terbiasa ketika ada yang memperlihatkannya namun kali ini tatapan mereka berbeda, tatapan mereka seolah mengintimidasi dan ingin tahu sesuatu yang sudah terjadi kemarin. Nevan yang melihat adiknya tidak nyaman itupun langsung berinisiatif membawa Nabila ke dalam rangkulannya, seolah memberikan kekuatan kepada adik bungsunya itu.

"Udah tenang aja, ada Abang di sini. Gak usah diliatin orang-orang itu," Kata Nevan sembari menepuk pelan bahu Nabila

"Iya Bang, Nabila cuman belum biasa aja sama tatapan mereka yang seperti itu."

"Iya Abang paham kok, tapi percaya sama abang badai akan cepat berlalu, bukan begitu?" Kata Nevan diakhiri dengan senyum manisnya.

"Ay ay capten," Jawab Nabila sembari melihat ke arah Nevan.

"Yaudah kamu ke kelas gih, mau abang anterin?"

"Enggak ah, Nab sendiri aja gak papa kok. "

"Beneran?"

"Iya."

"Okedeh kalau gitu, kamu hati-hati ya? Kalau ada apa-apa langsung call abang oke?"

"Oke Bang, Nab duluan ya?"

"Iya sayang. "

Nabila pun berjalan lebih dulu, sementara Nevan ia harus ke ruang ukm mapala terlebih dahulu untuk mengurusi open rekrutmen anggota baru.

Nabila kini sudah sampai di kelasnya, saat di kelas banyak pasang mata yang menatapnya kasian, namun Nabila tidak menghiraukan itu. Ia mengabaikan teman-teman sekelasnya, karna memang ia belum terlalu kenal dengan mereka. Nabila memilih untuk menscroll akun sosmednya dan ia menemukan satu banner promosi novel yang sangat ia tunggu-tunggu terbitnya. Akhirnya ia langsung mengirim pesan kepada Nevan untuk mengajaknya membeli novel itu di gramedia. Namun sayangnya Nevan tidak bisa, ia masih ada urusan dengan UKM-nya. Awalnya ia ingin pergi sendiri untuk membeli novel itu, namun sudah dapat dipastikan ia tidak mendapatkan ijin untuk itu. Akhirnya ia akan pergi bersama dengan Rony. Abangnya tadi yang meminta temannya itu untuk menemaninya membeli novel.

Setelah menghubungi abangnya itu, Nabila memasukan hp-nya ke dalam tas. Karna dosen yang mengajar hari ini sudah datang dan Rachel pun sudah berada di sampingnya.

"Achel? Udah dari tadi?"

"Iya, kamu fokus banget tadi sama hp sampe gak sadar aku dateng."

"Hehe, maaf ya."

"Gak papa Nab, btw kamu gak mau cerita?"

"Nanti ya? Nanti malem?"

"Boleh, aku nanti nginep di rumah kamu aja."

"Bisa di atur."

Mereka berdua mengobrol dengan suara bisik-bisik karna takut terdengar oleh dosen mereka. Akhirnya setelah hampir 2 jam mereka berkutat dengan bacaan, kelas berakhir juga. Nabila memutuskan untuk langsung menemui Rony. Karena menurut info yang Nabila dapat dari Abangnya, jadwal kelas mereka sama. Jadi kemungkinan besar Rony juga sudah selesai kelas.

C R U S H (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang