Putus?

2.8K 216 9
                                        

"Kok kamu di sini? " Tanya Nabila kepada orang yang ada didepannya saat ini. Nabila tidak jadi menerima uluran tangan dari orang itu, ia akhirnya berdiri sendiri ketika tahu orang yang ia tabrak adalah cowok pengecut yang bisanya pergi tanpa memberinya alasan apapun.

"Nabila?"


"Apa?" Jawab Nabila dengan Nada ketusnya.

"Boleh ngomong sebentar gak? Aku udah ijin kok sama Bang Nael."

"Gak, gue capek."

"Ayolah Nab, aku nda bisa berantem lama-lama sama kamu."

"Terus? Urusannya sama gue apa? Gak adakan? Yaudah gue pamit, permisi."

Setelah mengatakan itu, Nabila benar-benar berjalan ke arah gedung A meninggalkan cowok itu. Gak kehabisan akal, cowok itu pun menarik tangan Nabila sedikit keras sampe Nabila terhuyung ke belakang.

"Sakit Paul, mau loe apa sih? Kitakan udah selesai sejak loe pergi tanpa kabar."

"Gak! Aku gak mau kita selesai. Kita mulai hubungan ini atas persetujuan bersama, jadi kamu gak bisa main mutusin aku gitu aja."

"Kata siapa sepihak? Kan loe duluan yang pergi ninggalin gue, gak pernah ngasih kabar lagi. "

"Kenapa jadi kasar gini sih? Siapa yang ngajarin pake loe gue?"

"Masalahnya dimana kalau pake loe gue? Ini Jakarta Paul, udah biasa pake loe gue juga."

"Kamu berubah Nab, dulu kamu gak gini."

"Dih kok jadi loe yang kek tersakiti gini sih? Kan harusnya gue yang ngamuk sama loe, karna loe udah ngilang tanpa ngabarin gue, mana sebulan lagi ngilangnya. Sekarang ngapain loe dateng lagi, di saat gue udah lupa?"

"Aku gak ngilang sayang, aku pergi ke Australia kemaren. Nenek aku sakit."

"Gak butuh penjelasan loe. Gue pamit mau pulang."

Paul pun hanya bisa menghela nafasnya panjang. sesekali ia mengusap wajahnya kasar. Paul bingung harus bagaimana lagi menghadapi gadisnya yang sedang marah itu. Memang salahnya juga hilang tanpa kabar beberapa bulan ini, tapi itu bukan kemauannya.

"Sayang, dengerin aku bentar aja boleh? Habis itu kamu mau marah lagi silahkan, mau kita putus juga silahkan, tapi aku harap kita tetap sama-sama, aku gak mau putus Nab. Aku sayang sama kamu."

Mendengar ucapan Paul yang sepertinya tulus, membuat Nabila iba. Akhirnya ia mengalah dan mau diajak Paul untuk membicarakan masalah mereka.

"Oke, ayo mau ngomong dimana? Waktu gue cuman 10 menit dari sekarang."

"Makasih ya Nab, kita ngobrol di taman deket lapangan tadi aja ya?"

"Oke."

Nabila berjalan lebih dulu diikuti oleh Paul dibelakangnya. Nabila juga yang memilih duduk di bawah pohon rindang yang ada di taman itu.

"Jadi mau jelasin apa?"

"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu.. "

C R U S H (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang