Mari kita tampilkan sisi terbaik yang kita miliki. Dan aku akan menjadi orang terbaik yang pernah ada dalam hidupmu.
Haechan x Winter (Lokal)
*Cerita ini hanya fiktif belaka dan untuk nama tokoh hanya sebagai visualisasi saja...
Happy reading😀
Minzy menggeliat begitu merasakan beban di tubuhnya. Javie, mas nya yang anti romantic tengah memeluk dirinya dengan erat. Momen langka, seharusnya Minzy foto. Sayangnya keberadaan ponsel jauh dari jangkauan.
Ia meregangkan badannya begitu bangun. Dilihatnya jam sudah pukul setengah dua. Beranjak pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah itu mengambil ponsel dan membaca pesan masuk dari Shaka.
"Baby baby, babi!"
Orang-orang disekitarnya pasti akan kaget mendengar Minzy. Apalagi ketauan Javie sama Abi atau orangtuanya, tamat dia. Tangannya menekan kolom chat yang lain. Grup kelasnya karena rame.
|+6281xxx Photo Romantis gak sih?
|+6282xxx Buset, Pak Sakha jadi ternyata?
|Sakha💀 Jadi dong😎
|Jaya Meskipun hampir gagal🤣
|Rayan Gara-gara yang suka support gak dateng, eh😜
|+6282xxx Weh eh, apa nih?
|Rayan Sini dong Yo, jangan ngurung mulu di kamar
|+6282xxx Sorry, gue gak mau gosong
|Rayan Cemen
Minzy tak lagi menggulirkan layarnya. Ia penasaran foto apa yang melibatkan Sakha. Karena fotonya tak terunduh otomatis jadi masih buram. Akhirnya ia tekan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cr. Pinterest
Ouh, mereka jadian? Itu yang pertama kali terpikirkan oleh Minzy. Ia kembali dan beralih ke kolom chat yang lain.
|Sakha💀 Yess, diterima Seneng banget Zyyy Masih tidur ya? Yang nyenyak deh, bayii Gue masih di pantai, nemenin pacar mau foto-foto Kalau mau kesini chat
Minzy mendengus kencang. Udah pacaran kok ketikannya masih gini. Harusnya dijaga biar pacarnya gak bisa cemburu sama dia. Hah, semoga adem ayem. Gak panas kayak di pantai.
Seketika teringat sesuatu. Minzy langsung mengambil tas dan berjalan keluar. Ia membeli minuman terlebih dahulu. Matanya menelisik, mencari wajah-wajah dari temannya. Lalu suara bersin membuatnya menoleh. Orang yang ia cari berada tak jauh darinya. Sedang duduk di gazebo.
"Turun juga Baginda Ratu," seloroh Jaya yang berada disampingnya.
Begitu sampai, tanpa kata Minzy membuka tasnya. Mengambil tabir surya dan mengaplikasikannya pada kulit Sakha dengan telaten. Setelah itu memakaikan kacamata anti radiasi padanya.
"Udah bersin-bersin tapi diem aja disini. Sakha nunggu hujan duit?"
Sakha hanya diam. Menatap manik Minzy. Bahkan saat tadi mukanya dilumuri krim. Ia tak bergerak sedikitpun.