Hope u enjoy it
***
Semenjak pergi ke pantai waktu itu, Sakha tak pernah bepergian lagi. Hidupnya hanya di sekitar kamar dan rumah. Ia hanya diam saja, keluar kalau disuruh oleh ibunya ke warung.
Satu minggu liburan sudah terlewati, kini kurang lebih tinggal dua minggu lagi. Ngomong-ngomong hari ini Sakha sendirian di rumah karena adik-adiknya bersama sang ibu baru saja pergi ke kota sebelah. Mengunjungi nenek dan kakek. Kenapa Sakha tidak ikut? Kebetulan ia sedang tak enak badan.
Demam menyerangnya sejak kemarin malam. Entah apa penyebabnya, Sakha tidak tahu. Mungkin imunnya yang lemah hingga mudah terserang.
Sakha berjalan menuju balkon dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Pagi hari ini waktu yang pas untuk berjemur.
Ia melempar pandangannya pada rumah Minzy yang sudah tidak ada kehidupan sejak satu minggu yang lalu. Sakha kemarin bertemu dengan tukang kebun sih. Kata mereka, keluarga Minzy tengah berlibur ke Jogja.
Yang Sakha tidak suka, Minzy tak pernah membawa ponselnya kalau ke Jogja. Ia heran sekaligus takjub karena ada orang yang bisa hidup tanpa ponsel. Tapi menyebalkan saat Sakha sendiri ingin menghubungi Minzy.
Kini teleponnya berdering, terdengar dari luar. Mau tak mau Sakha harus menghentikan kegiatan berjemur nya. Dilihatnya sudah ada 2 panggilan tak terjawab dari pacarnya dan 4 panggilan tak terjawab dari Arlan.
"Halo?"
"Halo, Sakha. Kamu lagi ngapain?"
"Diem aja di rumah, ada apa?"
"Eum, sibuk gak? Aku mau ajak kamu nonton."
"Maaf, aku lagi gak enak badan, kapan-kapan aja ya?"
"Kamu sakit? Kok gak bilang-bilang. Nanti aku ke rumah kamu deh, boleh gak?" Suara Geisha terdengar khawatir.
"Gak perlu, cuman demam biasa kok. Aku tutup sekarang ya?"
"Ya udah, istirahat yang cukup."
"Iyaa."
Sakha memutuskan panggilan. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya memandang langit-langit kamar yang dipenuhi bintang yang glow in the dark—ulah Minzy saat SMP.
"Eh, Arlan tadi ada apa ya?" gumamnya. Ia kembali meraih ponsel.
"Lo! Gue telpon berkali-kali!"
"Sorry, lagi diluar. Ada apa emangnya?"
"Minzy ada di rumah gak?"
"Gak, dia lagi ke Jogja."
"Ah, berarti bener."
"Apanya?"
"Gue juga lagi di Jogja. Gak sengaja liat orang yang mirip Minzy, karena takut salah jadi memastikan dulu. Ini orangnya lagi di sebrang sendirian. Gue mau samperin dulu, bye."
"Eh, Lan! Arlan!" Sakha mendengus kencang.
Disisi lain Arlan menghampiri Minzy yang duduk menghadap danau. Keduanya sedang di taman dengan pakaian olahraga.
"Hai, Minzy."
Sang empu menoleh, sedikit terkejut. "Hai, Alan. Di Jogja juga ternyata."
"Mama ngajak liburan ke sini. Sendirian aja?"
"Tadi sama sepupu, tapi lagi beli jajan."
"Ouh."
Tak lama seorang perempuan datang menghampiri mereka. Minzy bangkit diikuti Arlan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Friend Ever
Ficção AdolescenteMari kita tampilkan sisi terbaik yang kita miliki. Dan aku akan menjadi orang terbaik yang pernah ada dalam hidupmu. Haechan x Winter (Lokal) *Cerita ini hanya fiktif belaka dan untuk nama tokoh hanya sebagai visualisasi saja... Happy reading😀
