**********
🍁
Jakarta 05 : 00.
Di rumah Gista .
Gista sudah bangun dan bersiap siap pergi ke sekolah. Dia saat ini berada di depan cermin kemudian memoles muka nya dengan bedak yang tipis. Saat menurutnya sudah cantik Gista pun mengambil sepatu dan memakainya kemudian mengambil tas dan berjalan ke luar kamar dan berjalan di anak tangga rumahnya.
Gista hanya meminum susu kemudian berjalan ke arah pintu dan membawa motornya membelah jalan raya. Tidak terlalu banyak pengendara karena ini masih terlalu pagi.
⭐ STAR HIGH.
Kini Gista sudah sampai di sekolah dan memarkirkan motornya. Saat ingin turun dari motor ada suara yang memanggilnya.
"GISTA..."
Gista pun menoleh ke sumber suara yang telah memanggilnya kemudian menampilkan sosok gadis yang cantik siapa lagi kalo bukan Devi. Karena pagi ini adalah jadwal piketnya bersama Devi untuk membersihkan kelas.
"Ello Dev." Ucap Gista setelah Devi sampai di sampingnya.
"Hehe... Lo kira siapa." Ucap Devi sambil nyengir.
"Gue kira hantu sekolah nyaring banget suaranya kek toa." Ucap Gista mengejek.
"Ih... Gista mana ada hantu sekolah cantik dan seksi kayak gini." Ucap Devi bangga.
"Kali aja ada ini kan masih pagi udah gitu belom ada murid yang Dateng selain kita." Ucap Gista mengerjai Devi.
"Kok jadi serem ya Gis." Ucap Devi takut sambil celingak celinguk seperti mencari sesuatu.
"Udah ayo masuk ah.. sebelum murid yang lain datang." Ucap Gista menarik tangan Devi.
"Tunggu dulu deh Gis." Ucap Devi mencegah Gista.
"Kenapa." Tanya Gista
"Kok gue jadi takut yah... Takut di dalem ada hantu nya beneran." Ucap Devi ketakutan.
"Yah ntar kalo ada beneran Lo yang gue jadikan tumbal." Ucap Gista santai.
"Sekate kate kalo ngomong. Masa cewek cantik dan seksi mau di jadikan tumbal. Kan gak lucu." Ucap Devi lagi sebal.
"Ya biarin aja nanti di koran bakal muncul cerita kalo sekolah Star High berhantu dan seorang gadis cantik dan seksi jadi tumbalnya. Nah kan pasti viral tuh. Lo bisa booming." Ucap Gista sambil terkekeh melihat ekspresi wajah Devi yang manyu.
"Ih.. Gista tambah gak lucu tau. Malah ngelawak." Ucap Devi cemberut.
"Udah ayo.. nanti gue traktir.. lagian mana ada sih hantu udah pagi udah mau siang malah. Yang ada tuh ya hantunya yang bakal kabur liat muka Lo lebih jelek dari hantunya." Ucap Gista tertawa sambil berjalan ke arah kelas bersama Devi di sampingnya.
"Ih... Gue gak jelek tau." Ucap Devi cemberut.
"Iya deh iya cantik." Ucap Gista.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Heart (End)
Ficção AdolescenteKisah Raden Rakha Daniswara biasa di panggil Rakha anak geng motor ( Tiger ). Selain anak geng motor Rakha juga disegani di sekolahnya ( Star High ) karena kepintarannya. Rakha sendiri tipe orang yang gak gampang jatuh cinta, cool, cuek, baik, bany...
