* Camping *

2.1K 120 0
                                        

                                    🍁

                          __________________

Pagi ini jam 06 : 30 Wib semua murid serta guru sudah berkumpul disekolah untuk mengikuti acara camping di puncak.

Rey pun selaku ketua OSIS memberi tahu semua murid untuk berdoa terlebih dahulu sebelum perjalanan menuju camping agar semuanya di beri kelancaran.

"Doa mulai". Ucap Rey dan semua murid pun kini sedang berdoa.

Doa pun selesai Rey memberi tahu semua murid untuk naik ke dalam bis karena akan segera berangkat.

Semua murid pun sudah ada di dalam bis. Rakha duduk bersama Afan dan Eby. Sedangkan Gista duduk bersama 2 teman barunya siapa lagi kalo bukan si pecicilan Devi dan si lemot Saskia.

Rey sendiri duduk bersama Sandrina selaku ketua OSIS dan anggota OSIS. Bis pun sudah berangkat menuju tempat camping.

Sandrina senang karena pada akhirnya dia bisa berdekatan dengan Rey. Bahkan saat ini sedang duduk di sebelah Rey.

"Gue udah gak sabar deh pengen cepet cepet sampai di tempat camping." Ucap Devi antusias. Tapi setelah Devi melihat Rey lagi duduk berdua dengan Sandrina dengan posisi Sandrina lagi senderan di pundak Rey. Ekspresi Devi berubah murung.

"Lo kenapa Dev ." Tanya Saskia yang melihat ekspresi Devi murung seperti tidak ada semangat.

"Lihat tuh.. kak Rey sama Sandrina." Tunjuk Devi.

"Lo suka sama Rey." Tanya Gista

"Siapa sih Gis yang gak suka sama kak Rey. Semua murid suka semua. Udah orangnya baik. Pintar. Ganteng. Ketua OSIS lagi. Idaman gue banget." Ucap Devi penuh semangat.

"Oh iya Gis Lo Deket sama Rey." Tanya Devi penasaran.

"Rey sahabat gue dari kecil." Ucap Gista mantap.

"Jadi kalian bukan pacaran." Tanya lagi Devi.

"Nggak". Ucap Gista singkat.

"Kenapa?" Tanya Saskia penasaran dengan jawaban Gista.

"Gue gak mungkin pacaran sama Rey karena gue udah anggap dia seperti kakak gue sendiri." Ucap Gista lagi dan itu membuat Devi senang. Karena Devi suka sama Rey sejak awal ketemu.

Rakha yang mendengar itu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman. Karena saat ini posisi Rakha ada di belakang Gista. Jadi Rakha denger semua apa yang di omongin Gista dan juga teman temannya.

Berbeda dengan Afan yang mendengar pembicaraan Devi Gista dan juga Saskia.

"Dasar cewek centil." Ucap Afan dan masih di dengar oleh Devi. Devi pun langsung berdiri dan melihat ke arah Afan.

"Bilang aja Lo sirik karena gak laku." Ucap Devi mengejek Afan.

Afan pun tidak tinggal diam. Dia meladeni Devi dengan cara berdebat.

"Sirik sama Lo. Ogah banget"

"Terus ngapain ngatain gue cewek centil"

" Emang cewek disini cuman Lo doang." Bela Afan tidak mau kalah.

"Emang Disini ada gitu cewek yang mau di bilang centil." Ucap Devi yang masih nyolot dan masih meladeni Afan.

Teman teman Devi hanya menggelengkan kepala melihat itu semua termasuk Gista dan Rakha.

"Bilang aja Lo suka sama gue dan cari cari perhatian gue kan." Ucap Devi membanggakan dirinya sendiri.

"Pihhh... Ngapain gue suka sama cewek pecicilan kayak Lo" .

Two Heart (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang