three

5.9K 309 11
                                        

Setelah perang Uhud ke tiga, akhirnya xiao Zhan menyerah. Percuma menentang sang nyai ronggeng. Dia akan tetap kalah. Jika sang nyai sudah berkata iya. Maka jawabannya iya. Dan itu harus. Mutlak.

Xiao Zhan menjatuhkan kepalanya di atas bantal, meretapi nasibnya nanti bagaimana. Pernikahan macam apa ini... Dia bahkan tidak menyukai si muka datar itu. Mukanya saja sudah seperti triplek.

Sangat datar kea dadanya.

Untung dada xiao Zhan sedikit berisi. Jadi tidak terlalu datar. Ingin rasanya xiao Zhan mencakar wajah Yibo yang secara terang-terangan menyetujui permintaan kedua manusia itu, tak terkecuali dengan yang yang yang hanya memijat pelipisnya lelah.

Xiao Zhan menggigit bibir bawahnya, nanti hari Minggu mereka akan fitting baju. Dan Minggu depannya mereka akan segera menikah. Sial. Kenapa waktu begitu cepat? Sampai xiao Zhan merasa dirinya goblok sendiri disini?

Pegal memikirkan pernikahan yang aneh itu, akhirnya xiao Zhan memutuskan untuk memejamkan matanya daripada memikirkan pernikahan konyol mama dan mommynya.

Jam 07.30

"XIAO ZHAN. WEHH BANGUN, ZHANZHAN" teriak sang mama melengking.

Brakk.

"INNALILAHI, ZHANZHAN. BANGUN. SUDAH JAM BERAPA INI MEHH, BUKANKAH KAU ADA KELAS PAGI?!! CEPAT BANGUN."

Xiao Zhan menggeliat, menarik selimutnya sampai atas kepalanya. "Mama, diamlah. Berisik tau." Ujar xiao Zhan cemberut.

Xinye berkacak pinggang. "WOEE. ZHANZHAN BANGUN. SUDAH JAM SETENGAH DELAPAN." xinye menarik selimut anaknya sampai kebawah. Mencetar kening putranya sampai anaknya berteriak.

Ctak.

"HUWAAAA. BANGSAT MAMA." umpat xiao Zhan kesakitan.

Xinye mendelik. "Heh, mulutmu. Apa kau bilang? Coba bilang lagi." Perintah xinye mendelik tajam menatap putranya.

Xiao Zhan menyengir, mengecup kedua pipi ibunya. "Huhuhu mama cantik deh. Mama jangan marah-marah atau mama cepat tua."

Xinye mendengus, anaknya ini. Setiap kali dia marah selalu saja seperti ini, jurus andalannya pasti seperti ini. Xiao Zhan langsung berlari masuk kedalam Kamar mandi. Sial. Dia sudah terlambat.

"Mama Zhanzhan berangkat." Xiao Zhan mengambil roti dan susunya langsung saja meneguknya sampai habis. Dia mengecup pipi mamanya. "Mama jangan marah-marah terus. Kau sudah tua. Nanti tambah tua."

Jlebb.

Seolah bom nuklir menghantam kepalanya.

Plakk.

"HUWAAA"

"DASAR ANAK BAJANG, KENAPA ANAK GADISKU SANGAT DURHAKA KEPADA MAMANYA?!!!"

"DURJANAHH."

"BYEBHE MAMA, AKU PERGI DULU HAHAHAHA" xiao Zhan melesat begitu cepat meninggalkan sang mama yang tengah meradang.

Sungguh. Anak DURJANAHH.

"Ini semua karena mama. Huh kenapa juga mama tidak membangunkan ku" ujar xiao Zhan menyalahkan mamanya.

Sedetik kemudian dia mencebikkan bibirnya, masuk tidak ya... "MAMAAAAAA HUEEEE ANAKMU SEKARANG JADI GELANDANGAN." teriak xiao Zhan histeris dalam hati.

"Sedang apa kau disini?"

Jederrr.

Pertanyaan dan nada dingin itu membuat bulu kuduknya meremang. Xiao Zhan membalikkan badannya. Mendongak untuk menatap manusia yang setinggi tiang itu. "BANGSAT. SI SINTING." teriak xiao Zhan menunjuk Wang Yibo.

My Handsome Lecturer (yizhan) ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang